MAN 2 Bantul Petik Pesan Sunan Drajat di EXTRANAS ke-8: Keterampilan Harus Jadi “Tongkat” bagi Peserta Didik

Lamongan (MAN 2 Bantul) – Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, memberikan pesan penting bagi pengembangan Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan saat membuka Expo dan Rapat Kerja Nasional (EXTRANAS) ke-8 di MAN 1 Lamongan, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Amin Suyitno mengajak seluruh madrasah keterampilan untuk menjadikan empat pesan bijak Sunan Drajat atau Raden Qasim sebagai inspirasi dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Empat pesan tersebut adalah “Wenehana teken marang wong kang wuta”, “Wenehana payung marang wong kang kodanan”, “Wenehana pangan marang wong kang kaliren”, serta dorongan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar capaian PISA (Programme for International Student Assessment) dapat berada di atas rata-rata nasional.

Pesan pertama dimaknai sebagai pentingnya memberikan “tongkat” berupa keterampilan kepada peserta didik. Madrasah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan soft skill dan life skill sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dan menghadapi dunia kerja.

“Madrasah keterampilan harus memberikan tongkat atau soft skill kepada peserta didiknya agar mereka punya penuntun keterampilan. Pekerjaan ini tidak ringan karena kita terus dipacu untuk meningkatkan kualitas,” kata Amin Suyitno.

Sementara itu, pesan “Wenehana payung marang wong kang kodanan” dimaknai sebagai tanggung jawab madrasah untuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada peserta didik yang menghadapi kesulitan. Pendidikan diharapkan menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman sekaligus membuka jalan bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai potensinya.

Pesan berikutnya, “Wenehana pangan marang wong kang kaliren”, dikaitkan dengan pentingnya pemenuhan gizi sekaligus penguatan kesalehan sosial. Madrasah diharapkan tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan di sekitarnya.

Adapun pesan terakhir menegaskan pentingnya peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan. Kemajuan pendidikan tidak cukup diukur dari banyaknya program, tetapi juga dari kualitas proses pembelajaran dan capaian peserta didik. Karena itu, madrasah didorong untuk terus meningkatkan kualitas agar mampu menghasilkan prestasi yang kompetitif, termasuk dalam indikator pendidikan berskala internasional seperti PISA.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi MAN 2 Bantul yang terus mengembangkan diri sebagai Madrasah Plus Keterampilan. Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa pengembangan keterampilan di madrasah harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan peningkatan kualitas akademik peserta didik.

Pesan yang disampaikan Bapak Dirjen menjadi pengingat bahwa keterampilan bukan sekadar kemampuan teknis. Anak-anak juga membutuhkan soft skill, karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan,” ungkapnya.

MAN 2 Bantul sendiri mengembangkan sejumlah program keterampilan, di antaranya Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP)/Tata Boga, Tata Busana, Teknik Pengelasan, Otomotif/TBSM, dan Multimedia. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah membekali peserta didik agar memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan dunia usaha.

Sementara itu, EXTRANAS ke-8 berlangsung dengan berbagai kegiatan yang dikemas dalam lomba online maupun offline. Ajang tersebut mencakup kategori guru, siswa, dan lembaga. Sebanyak 137 lembaga MA Plus Keterampilan dari 19 provinsi di Indonesia turut ambil bagian, dengan peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Bali, Gorontalo, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Selatan.

Keberagaman peserta menjadikan EXTRANAS bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar praktik baik, membangun jejaring, dan memperkuat arah pengembangan madrasah keterampilan di Indonesia.

Bagi MAN 2 Bantul, pesan empat nilai Sunan Drajat yang disampaikan Dirjen Pendis menjadi inspirasi untuk terus menguatkan pendidikan yang utuh. Memberikan “tongkat” keterampilan, menjadi “payung” bagi peserta didik, menghadirkan kepedulian sosial, serta terus meningkatkan mutu pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan madrasah menuju pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Semangat tersebut selaras dengan identitas MAN 2 Bantul sebagai “Madrasah Technopreneur, Terampil Berkarakter”, yakni menghadirkan pendidikan yang memadukan kompetensi, teknologi, kreativitas, kewirausahaan, dan karakter untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan. (ith)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top