Peringati Hadeging Kadipaten Pakualaman, perwakilan MAN 2 Bantul Tekun Berlatih lomba Ajang literasi Aksara Jawa

Bantul (MAN 2 Bantul) –  Semangat melestarikan budaya Jawa terus digelorakan oleh generasi muda di Kabupaten Bantul. Dalam rangka memperingati Hadeging (berdirinya) Kadipaten Pakualaman, dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul, Amelia Faradila dan Ilyas Dzaki Imaduddin, tengah giat mempersiapkan diri menghadapi Lomba Literasi Aksara Jawa Tingkat Nasional Kategori Pelajar SMA/MA pada Kamis (10/9/2026).

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kadipaten Pakualaman ini menjadi wadah bagi para pelajar tingkat menengah atas untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam membaca, menulis, serta mempraktekkan tata tulis aksara Jawa sesuai dengan kaidah pakem. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini, Amelia dan Ilyas memanfaatkan waktu sepulang sekolah untuk mengasah ketajaman jemari dan pemahaman mereka terhadap warisan leluhur tersebut.

Setiap pulang, ruang perpustakaan MAN 2 Bantul mendadak riuh dengan suara guratan pena di atas kertas. Di bawah bimbingan guru Bahasa Jawa, Amelia dan Ilyas melatih ketangkasan merangkai pasangan, sandhangan, hingga pemahaman aksara murda dan swara.

Proses latihan ini tidak sekadar menghafal bentuk huruf, tetapi juga mendalami seni keterbacaan serta keluwesan garis tulisan. Menulis aksara Jawa membutuhkan ketelitian tinggi; salah meletakkan satu sandhangan saja bisa mengubah makna kalimat secara keseluruhan.

Awalnya memang tidak mudah, terutama saat menyusun kalimat kompleks yang membutuhkan kombinasi pasangan dan aksara khusus. Namun, karena rutin berlatih, kami makin terbiasa dan makin mengagumi estetika tulisan ini,” ujar Amelia di sela-sela sesi latihannya.

Senada dengan Amelia, Ilyas mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi perwakilan sekolah dalam ajang bertaraf nasional tersebut. Bagi Ilyas, keikutsertaannya dalam perlombaan ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan bentuk kontribusi nyata pemuda dalam menjaga agar aksara Jawa tidak punah ditelan zaman.

Pihak sekolah mengapresiasi tinggi dedikasi kedua siswanya. Kepala MAN 2 Bantul menegaskan bahwa madrasah selalu mendukung penuh kegiatan pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun seni budaya lokal. Pendampingan materi, penyediaan fasilitas latihan, hingga motivasi moral diberikan secara optimal demi mencetak prestasi terbaik.

Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman sendiri selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk merawat identitas kebudayaan. Melalui penyelenggaraan lomba literasi ini, nilai-nilai luhur dan keagungan sastra Jawa diharapkan terus hidup di sanubari generasi penerus bangsa.

Dengan ketekunan, disiplin, dan semangat juang yang tinggi, Amelia dan Ilyas optimistis mampu memberikan penampilan terbaik di panggung nasional kelak. Perjuangan mereka menjadi bukti nyata bahwa di tengah gempuran modernisasi dan teknologi digital, anak muda Indonesia masih memiliki ikatan batin yang kuat terhadap tradisi dan kebudayaan daerahnya. (TN)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top