Bantul (MAN 2 Bantul) — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Langkah sederhana seperti menyiram dan merawat tanaman secara rutin menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di MAN 2 Bantul.
Semangat tersebut tampak dalam keterlibatan aktif para pegawai madrasah yang secara rutin melakukan penyiraman tanaman di berbagai area hijau lingkungan madrasah pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan seluruh warga madrasah terhadap program Adiwiyata sekaligus upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman.
Aktivitas menyiram tanaman dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tidak sekadar memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pegawai untuk memperhatikan kondisi tanaman dan lingkungan di sekitarnya.
Keberadaan taman dan ruang hijau di lingkungan madrasah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih asri. Lingkungan yang terawat juga menjadi bagian dari pendidikan karakter karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa program Adiwiyata membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Adiwiyata bukan hanya tentang lingkungan yang terlihat bersih dan hijau, tetapi bagaimana kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya seluruh warga madrasah. Ketika guru, pegawai, dan siswa memiliki kesadaran untuk merawat lingkungan dari hal-hal sederhana, di situlah nilai pendidikan lingkungan benar-benar tumbuh,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan pegawai dalam merawat tanaman merupakan contoh nyata yang dapat memberikan teladan kepada siswa. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan madrasah, tetapi juga terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha MAN 2 Bantul, Bahar Rozak, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan penyiraman tanaman menjadi bentuk sederhana dari kepedulian yang dapat dilakukan secara rutin oleh seluruh pegawai.
“Merawat tanaman memang terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, dampaknya sangat berarti bagi lingkungan madrasah. Kami ingin membangun kebiasaan bahwa menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tutur Bahar Rozak.
Partisipasi pegawai dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara unsur pimpinan, guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang berkelanjutan. Setiap warga madrasah memiliki peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Lebih dari sekadar menyiram tanaman, kegiatan ini menjadi pesan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Tanaman yang tumbuh subur, taman yang terawat, serta lingkungan yang asri pada akhirnya menjadi investasi bersama untuk menciptakan ruang pendidikan yang nyaman dan sehat.
Melalui semangat “siram tanaman, rawat lingkungan”, MAN 2 Bantul terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari kehidupan madrasah. Dengan keterlibatan aktif seluruh warga madrasah, program Adiwiyata diharapkan tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi tumbuh menjadi karakter dan kebiasaan yang melekat dalam keseharian. (Yn)






