Bertugas di Tanah Suci, Kepala MAN 2 Bantul Hadiri Koordinasi Petugas Haji di Misfalah

Makkah (MAN 2 Bantul) – Kepala MAN 2 Bantul yang juga bertugas sebagai Ketua Kloter 7 mengikuti kegiatan Rapat Petugas Sektor 8 Makkah pada Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Hotel Al-Jibril Misfalah dan dihadiri para petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang bertugas di wilayah Sektor 8 Makkah.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Sektor 8 Makkah, Nur Muhammad. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan seluruh petugas sektor sekaligus membangun sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

ā€œHari ini, 24 Dzulkaidah 1447 H atau 11 Mei 2026, kita saling mengenal sebagai petugas sektor 8 untuk membangun sinergi dalam melayani jemaah. Kita dianggap mampu mengemban amanah ini, maka laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,ā€ ungkap Nur Muhammad dalam arahannya.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 85 petugas PPIH Arab Saudi yang diperkuat oleh mukimin dan mahasiswa Arab Saudi, dengan total 21 orang bertugas di Sektor 8 Makkah. Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta rapat juga bersama-sama mengirimkan doa dan fadilah Al-Fatihah bagi dua jemaah dari Sektor 8 yang telah wafat.

Selain itu, Nur Muhammad menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara berjenjang mulai dari tingkat bawah hingga ke atas. Ia meminta seluruh petugas menyampaikan persoalan dengan santun, berbasis solusi, serta tetap mengedepankan kenyamanan jemaah.

Dalam penjelasannya, Sektor 8 Makkah berada di kawasan Misfalah dengan cakupan hotel mulai nomor 801 hingga 813. Lokasi tersebut dinilai memiliki akses yang cukup mudah dan datar dengan jarak sekitar 2,5 kilometer menuju Masjidil Haram serta difasilitasi bus shalawat nomor 18.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas utama petugas PPIH adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, baik sesuai tugas pokok dan fungsi maupun pelayanan tambahan sesuai kebutuhan jemaah dan kemampuan masing-masing petugas. Seluruh petugas diwajibkan mengenakan atribut resmi petugas, baik di dalam maupun di luar hotel.

Selain pelayanan, pembinaan dan perlindungan terhadap jemaah juga menjadi fokus utama petugas sektor. Nur Muhammad menekankan agar seluruh petugas mampu menjaga emosi dan mengendalikan diri saat menghadapi berbagai persoalan di lapangan. ā€œApi jangan dilawan dengan api agar tidak terbakar,ā€ pesannya kepada seluruh peserta rapat.

Kegiatan rapat berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui koordinasi tersebut diharapkan seluruh petugas sektor mampu menjalankan amanah pelayanan haji secara optimal demi kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top