Siswa MAN 2 Bantul Belajar Kimia Hijau lewat Praktik Membuat Sabun Cair Ramah Lingkungan

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pembelajaran Kimia di MAN 2 Bantul berlangsung seru dan berbeda pada Jumat (8/5/2026). Siswa kelas XE mengikuti praktik pembuatan sabun cair cuci piring ramah lingkungan di Laboratorium Kimia MAN 2 Bantul pada jam ke-5 hingga ke-6 dalam materi Kimia Hijau (Green Chemistry) Block ke-4.

Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar langsung menerapkan konsep kimia hijau melalui praktik sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari. Praktikum dilakukan menggunakan LKPD Kimia Hijau tentang pembuatan sabun cair ramah lingkungan.

Bahan-bahan yang digunakan pun cukup sederhana, seperti air, surfaktan MES, ecoenzim matang, perasan jeruk nipis, dan garam dapur. Para siswa tampak antusias saat mencampurkan bahan, mengaduk larutan, hingga mengemas hasil sabun cair ke dalam botol.

Menariknya, botol yang digunakan bukan botol baru. Siswa memanfaatkan botol bekas jus dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya sudah dibersihkan. Cara ini menjadi bagian dari penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pembelajaran kimia.

Suasana laboratorium terlihat ramai dan penuh semangat karena siswa bekerja secara berkelompok. Mereka saling berbagi tugas mulai dari menyiapkan bahan hingga mendesain hasil kemasan sabun cair yang dibuat.

Guru Kimia Puji Lestari menjelaskan bahwa kegiatan praktik seperti ini sengaja dirancang agar siswa bisa memahami bahwa ilmu kimia sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan.

ā€œMelalui praktik ini siswa tidak hanya belajar teori kimia hijau, tetapi juga belajar peduli lingkungan. Mereka jadi tahu bahwa limbah organik seperti ecoenzim dan botol bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang berguna,ā€ jelas Puji Lestari.

Salah satu siswa kelas XE, Mutia Aminati, mengaku senang mengikuti praktik tersebut karena pembelajarannya terasa lebih seru dibanding hanya belajar teori di kelas.Ā ā€œPraktiknya menyenangkan karena kami bisa langsung membuat sabun sendiri. Ternyata bahan-bahannya sederhana dan botol bekas juga masih bisa dipakai lagi supaya tidak jadi sampah,ā€ ujar Mutia.

Setelah selesai dibuat, sabun cair kemudian dikemas rapi dalam botol daur ulang untuk diamati hasilnya setelah proses pendiaman beberapa jam.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang reaksi kimia, tetapi juga diajak membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi limbah plastik. Praktik berbasis proyek seperti ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya sekolah Adiwiyata dan pembelajaran kontekstual di MAN 2 Bantul. (pjl)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top