Lamongan (MAN 2 Bantul) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus memantapkan langkahnya dalam menunjukkan eksistensi dan kualitas pendidikannya di tingkat nasional. Menjelang pelaksanaan ajang tahunan yang sangat dinantikan, seluruh kontingen madrasah sibuk melakuakn berbagai persiapan akhir guna menghadapi kegiatan Expo, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Lomba MA Plus Keterampilan serta MAKN se-Indonesia (Extranas) 2026.
Kegiatan bergengsi yang menyatukan ratusan madrasah aliyah berorientasi keterampilan dari seluruh penjuru Nusantara ini rencananya akan dipusatkan di MAN 1 Lamongan, Jawa Timur. Rangkaian acara puncak akan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari Kamis hingga Minggu, 10–13 September 2026.
Agenda Extranas Lamongan 2026 kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal”. Tema ini selaras dengan komitmen MAN 2 Bantul yang dikenal sebagai Madrasah Green Technopreneur, di mana siswa tidak hanya dibekali keahlian vokasional yang siap bersaing di era modern, namun tetap memegang teguh identitas serta kearifan lokal.
Dalam persiapan keberangkatan pada Kamis (10/9/2026), suasana di lingkungan workshop keterampilan MAN 2 Bantul tampak amat dinamis. Tampak para guru pendamping dan peserta bahu-membahu menyiapkan seluruh barang, peralatan pameran, bahan ujian lomba, hingga kebutuhan stan expo. Perlengkapan dipastikan terangkut dengan aman menggunakan armada mobil madrasah untuk perjalanan jauh menuju Jawa Timur.
Untuk menghadapi ajang berskala nasional ini, MAN 2 Bantul menerjunkan delegasi-delegasi terbaik dari program keahlian unggulannya. Kontingen madrasah terdiri dari 3 siswi keterampilan Tata Boga dan 3 siswi keterampilan Tata Busana dari kelas XII. Mereka telah melalui proses seleksi intensif dan pembekalan khusus selama beberapa minggu terakhir.
Keberhasilan dan kesiapan para siswi ini tentu tidak lepas dari peran aktif serta bimbingan intensif dari para pendidik berpengalaman. Di lini Tata Boga, Kurnia Oktaviany mendampingi secara langsung para siswi untuk memastikan kesiapan teknik memasak, hidangan khas yang disajikan, hingga estetika penyajian (food plating). Sementara itu, di lini Tata Busana, tim pembimbing yang terdiri dari Nurhayati, Murti Madiyanti, dan Afiah Nur Aqini mendampingi penyiapan karya peragaan busana, teknik menjahit, hingga tata dekorasi display stan pameran.
Stan pameran MAN 2 Bantul dirancang khusus dengan dekorasi unik bernuansa khas Jogja yang dikombinasikan dengan sentuhan konsep hijau (green technopreneur). Berbagai produk unggulan karya siswa, kerajinan tangan, kreasi tata busana, hingga sajian kuliner khas bakal dipamerkan untuk menarik perhatian para juri dan pengunjung expo nasional tersebut.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh kepada seluruh delegasi yang berangkat. Beliau menegaskan bahwa keikutsertaan MAN 2 Bantul dalam Extranas Lamongan 2026 bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan wadah untuk mengasah daya saing, memperluas jejaring, serta membuktikan bahwa madrasah mampu menghasilkan karya-karya nyata yang berkategori profesional.
“Kami sangat bangga dengan kerja keras anak-anak beserta para guru pembimbing yang telah mencurahkan waktu dan energinya. Melalui ajang Extranas 2026 di MAN 1 Lamongan ini, kami berharap para siswi dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya, menjaga nama baik madrasah, serta membawa pulang prestasi yang membanggakan untuk MAN 2 Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.
Dengan persiapan yang matang, kebersamaan yang solid, serta semangat pantang menyerah, kontingen MAN 2 Bantul optimistis mampu tampil maksimal dan bersaing secara sportif di ajang Extranas Lamongan 2026. (Murti)






