Bantul (MAN 2 Bantul) – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian alam dan implementasi program madrasah berwawasan lingkungan (Adiwiyata), Civitas Akademika MAN 2 Bantul sukses menyelenggarakan kegiatan “Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Pohon”. Kegiatan sosial dan edukatif ini dilaksanakan dengan penuh semangat di kawasan wisata Pantai Cangkring, Poncosari, Srandakan, Bantul pada Senin (22/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini melibatkan kolaborasi lintas organisasi siswa dengan pendampingan intensif dari guru serta karyawan madrasah. Sebanyak 52 siswa-siswi yang merupakan representasi dari berbagai organisasi strategis madrasah dikerahkan secara terpadu. Komponen peserta meliputi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Kader Adiwiyata yang menjadi motor penggerak lingkungan, Kader Gizi, Dewan Ambalan (DA), tim kreatif Mandaba Creative, Rohani Islam (Rohis), Palang Merah Remaja (PMR), serta perwakilan masing-masing kelas. Seluruh peserta mendapatkan bimbingan langsung dari 21 orang guru dan karyawan pendamping yang memastikan kegiatan berjalan efektif, tertib, dan aman.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini secara konsisten. “Aksi nyata seperti ini bukan sekadar agenda tahunan atau formalitas belaka, melainkan sebuah edukasi berbasis praktik langsung untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kecintaan terhadap lingkungan hidup. Melalui aksi bersih pantai dan penanaman pohon ini, kita ikut andil secara nyata dalam melestarikan ekosistem pesisir Bantul dan menekan dampak buruk pencemaran sampah terhadap alam,” tegas beliau sebelum melepas keberangkatan rombongan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan persiapan ketat. Seluruh peserta dan panitia berkumpul di halaman depan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MAN 2 Bantul untuk melakukan pengecekan logistik dan pembagian kelompok kerja. Tepat pukul 06.45 WIB, dilaksanakan Upacara Keberangkatan yang berjalan khidmat. Upacara tersebut meliputi pembukaan, sambutan pengarahan dari Kepala MAN 2 Bantul, dilanjutkan dengan technical meeting yang dipimpin oleh Pimpinan Proyek Kegiatan, Nasirudin dan R. Hardi Santoso (selaku Wakil Kepala Madrasah Urusan Sarana dan Prasarana).
Selain pembagian tugas, pengarahan khusus mengenai aspek ketertiban dan keselamatan di lapangan juga diberikan secara detail oleh panitia demi menghindari risiko bahaya di area pantai. Rangkaian persiapan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran acara. Tepat pada pukul 07.00 WIB, seluruh rombongan secara tertib berangkat menuju lokasi menggunakan bus madrasah yang telah disediakan, dan tiba di Pantai Cangkring sekitar pukul 08.00 WIB untuk langsung memulai aksi inti.
Sesampainya di lokasi, seluruh peserta langsung menyebar ke titik-titik yang telah ditentukan dengan berbekal peralatan kebersihan seperti sapu lidi, karung sampah, dan sarung tangan pelindung. Ketua Tim Adiwiyata MAN 2 Bantul, Puji Lestari, mengoordinasi jalannya pemilahan sampah di lapangan. Fokus utama aksi ini tidak hanya sekadar mengumpulkan sampah, melainkan langsung memilahnya menjadi dua kategori utama sejak dari sumbernya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Kerja keras yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB tersebut membuahkan hasil yang sangat signifikan. Berdasarkan penimbangan akhir yang dilakukan secara akurat bersama tim armada pengangkut sampah, total volume sampah yang berhasil dievakuasi dari bibir pantai adalah:
-
Sampah Anorganik (plastik, botol, kaleng, bungkus makanan, dll): 43,47 kg
-
Sampah Organik (ranting pohon, sisa kayu, biji-bijian, dll): 119,42 kg

Puji Lestari menyatakan kepuasannya terhadap hasil kerja keras para siswa. “Capaian total sampah organik dan anorganik yang terkumpul membuktikan bahwa pantai kita memerlukan perhatian intensif. Dengan memisahkan jenis sampah ini, kita mempermudah proses daur ulang selanjutnya. Untuk sampah anorganik, kami bekerja sama dengan armada khusus dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul agar dapat dikelola dan didistribusikan ke bank sampah atau tempat pengolahan yang tepat,” jelasnya di sela-sela penimbangan.
Selain pembersihan area pantai, agenda penting lainnya adalah penanaman bibit pohon di sekitar kawasan pesisir Pantai Cangkring. Penanaman pohon ini diproyeksikan sebagai sabuk hijau pelindung erosi pantai (abrasi) serta berfungsi sebagai peneduh kawasan wisata demi kenyamanan pengunjung di masa mendatang. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat terus dirawat oleh pengelola setempat dan tumbuh subur menjadi paru-paru hijau baru di pesisir selatan Bantul.
Nasirudin selaku pimpinan proyek menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari para siswa membuktikan berjalannya kaderisasi lingkungan di MAN 2 Bantul dengan sangat baik. Keikutsertaan elemen lintas organisasi seperti PMR, Rohis, hingga Mandaba Creative memberikan warna tersendiri, di mana masing-masing organisasi dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, termasuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan pesan-pesan positif ini ke media sosial agar mampu menginspirasi sekolah atau instansi lainnya.
Melalui aksi nyata ini, MAN 2 Bantul tidak hanya berhasil membersihkan area wisata dari ratusan kilogram material sampah, tetapi juga berhasil menanamkan karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, serta cinta alam kepada para siswa secara holistik. Seluruh rangkaian acara resmi berakhir pada pukul 13.00 WIB, ditutup dengan istirahat dan evaluasi bersama sebelum seluruh rombongan kembali menuju madrasah dalam keadaan selamat. ™






