MAN 2 Bantul Matangkan Persiapan Visitasi Adiwiyata, Ekoteologi, dan HUT Kemerdekaan RI

Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan Visitasi Implementasi Program Ekoteologi dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, visitasi Adiwiyata, serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rapat dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) di ruang tamu Kepala MAN 2 Bantul.

Rapat dipimpin oleh Kepala Tata Usaha MAN 2 Bantul, Bahar Rozak. Kegiatan tersebut dihadiri Tim Adiwiyata, Tim Ekoteologi, serta perwakilan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ).

Dalam arahannya, Bahar Rozak menyampaikan pentingnya koordinasi dan pembagian tugas yang jelas agar seluruh agenda dapat dipersiapkan secara optimal. Persiapan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadapi visitasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya peduli lingkungan, kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong di MAN 2 Bantul.

“Persiapan ini bukan hanya untuk menyambut visitasi, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di madrasah. Saya berharap seluruh warga MAN 2 Bantul dapat bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga lingkungan madrasah semakin bersih, hijau, sehat, dan mencerminkan semangat ekoteologi serta Adiwiyata yang berkelanjutan,” ujar Bahar Rozak.

Ketua Adiwiyata MAN 2 Bantul, Puji Lestari, menyampaikan bahwa penataan lingkungan perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Berbagai kegiatan yang direncanakan diharapkan tidak berhenti sebagai persiapan menghadapi visitasi, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan seluruh warga madrasah dalam menjaga kebersihan, merawat tanaman, mengelola sampah, dan memanfaatkan kembali barang bekas.

Visitasi Implementasi Program Ekoteologi dari BDK Semarang direncanakan berlangsung pada 19 atau 20 Agustus 2026. Visitasi tersebut merupakan bagian dari pendampingan dan pemantauan pelaksanaan program ekoteologi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang dikenal dengan nama GRASI MANTUL (Gerakan Lingkungan Asri Kementerian Agama Bantul).

Sementara itu, visitasi Adiwiyata direncanakan berlangsung pada pekan ketiga atau keempat Agustus 2026. Oleh karena itu, Tim Adiwiyata dan Tim Ekoteologi mulai melakukan berbagai persiapan, baik dalam aspek administrasi, dokumentasi, maupun penataan lingkungan madrasah.

Rapat menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut. Salah satunya adalah pembersihan kawasan kelas bagian barat, khususnya area kebun, sebelum pelaksanaan visitasi. Area tersebut akan ditata dan direnovasi agar terlihat lebih bersih, rapi, hijau, dan nyaman.

Kebun di kawasan kelas barat juga akan ditanami kembali dengan berbagai jenis tanaman. Penataan tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mengoptimalkan fungsi kebun sebagai ruang terbuka hijau, sarana ketahanan pangan, dan media pembelajaran berbasis lingkungan bagi peserta didik.

Selain itu, galon bekas yang dimanfaatkan sebagai pot tanaman di taman depan kelas barat akan dicat menggunakan kombinasi warna hijau dan kuning. Pengecatan dilakukan untuk memperindah taman sekaligus menunjukkan kreativitas warga madrasah dalam memanfaatkan barang bekas sebagai sarana penghijauan.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana kerja sama melalui Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU). Kerja sama tersebut direncanakan mencakup peminjaman alat berat berupa bego atau ekskavator untuk membantu membersihkan sungai di sekitar MAN 2 Bantul.

Pembersihan sungai dipandang penting karena kondisi aliran air dan lingkungan di sekitarnya turut memengaruhi kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan warga madrasah. Dengan dukungan alat berat dari Dinas PU, proses pembersihan sungai diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, memperlancar aliran air, mencegah penyumbatan, serta mendukung konservasi air di sekitar madrasah.

Untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, peserta rapat juga menyepakati pembuatan tulisan bertema kemerdekaan dengan memanfaatkan botol plastik bekas. Botol-botol tersebut akan dicat merah dan putih, kemudian disusun menjadi dekorasi di pintu masuk madrasah.

Pembuatan dekorasi dari botol bekas tidak hanya bertujuan memperkuat suasana peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bentuk penerapan prinsip guna ulang. Melalui kegiatan tersebut, botol bekas yang sebelumnya tidak terpakai dapat diolah menjadi hiasan yang menarik, kreatif, dan bernilai edukatif.

Visitasi dari BDK Semarang diharapkan dapat memberikan penguatan, masukan, dan evaluasi terhadap kegiatan ekoteologi yang telah dilaksanakan. Melalui pendampingan tersebut, implementasi GRASI MANTUL diharapkan semakin terarah, terukur, berdampak, dan berkelanjutan.

Sebagai madrasah yang aktif mengembangkan Program Adiwiyata dan ekoteologi, MAN 2 Bantul terus berupaya menghadirkan aksi nyata melalui penghijauan, pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, konservasi air, penataan kebun, dan pelibatan seluruh warga madrasah.

Keterlibatan mahasiswa PK dari UNY dan IIQ turut memperkuat semangat kolaborasi dalam pelaksanaan program. Mereka diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan sekaligus memperoleh pengalaman nyata mengenai penerapan pendidikan lingkungan dan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan madrasah.

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan tiga agenda dalam satu semangat, yaitu kepedulian terhadap lingkungan, penguatan implementasi program ekoteologi, dan peringatan kemerdekaan. Melalui kolaborasi seluruh warga madrasah serta dukungan berbagai mitra, MAN 2 Bantul berkomitmen mewujudkan lingkungan yang semakin bersih, hijau, sehat, kreatif, dan berkelanjutan. (pjl)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top