Sleman (MAN 2 Bantul) – Prestasi gemilang dan membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kabupaten Bantul di kancah internasional. Kali ini, pencapaian luar biasa tersebut datang dari salah satu siswi terbaik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul, Fatma Nur Hapsari. Siswi yang saat ini duduk di bangku kelas XI A tersebut berhasil menorehkan tinta emas dengan menyabet Juara 1 dan berhak atas Gold Medal (Medali Emas) pada ajang bergengsi International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026. Kompetisi bela diri tingkat internasional ini diselenggarakan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan mencapai puncaknya pada Minggu (21/6/2026).
Fatma Nur Hapsari turun di kelas yang dikenal memiliki persaingan sangat ketat, yaitu Kelas Poomsae Junior Green Taegeuk 2: Female. Poomsae merupakan salah satu kategori dalam taekwondo yang menguji keindahan, ketepatan, keserasian, serta kekuatan teknik gerakan dasar, tendangan, dan pukulan. Melalui dedikasi yang tinggi, disiplin latihan yang ketat, dan mentalitas juara yang kuat, Fatma berhasil memukau para juri internasional dengan gerakannya yang presisi dan penuh energi, sehingga mampu mengungguli para pesaing tangguh lainnya di kelas tersebut.
Ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 kali ini mengusung tema yang sangat unik dan mendalam, yakni “Welcome to the Jungle”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk manifestasi dari sebuah misi besar kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup global. Selain menjadi arena unjuk kemampuan fisik dan strategi bela diri, turnamen ini juga dirancang untuk mengedukasi generasi muda, khususnya para atlet, mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dan ekosistem hutan yang kian terancam di masa modern.
Turnamen berskala internasional yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 19 hingga 21 Juni 2026 di UNY Indoor Stadium Yogyakarta, diikuti oleh sekitar 3.000 peserta dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Tidak hanya bersaing dengan atlet lokal, kompetisi ini juga diramaikan oleh kehadiran para atlet berbakat yang didelegasikan dari empat negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran peserta internasional ini tentu saja mendongkrak gengsi kejuaraan sekaligus meningkatkan tensi serta standar kompetisi yang sangat tinggi bagi seluruh peserta.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengungkapkan rasa bangga, haru, dan syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh anak didiknya tersebut. “Kami atas nama seluruh keluarga besar MAN 2 Bantul menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ananda Fatma Nur Hapsari. Keberhasilan meraih medali emas di tingkat internasional ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan doa yang tidak pernah putus. Ini membuktikan bahwa siswa-siswi madrasah mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan atlet-atlet hebat dari berbagai negara,” ujarnya dengan penuh semangat saat diwawancarai.
Nur Hasanah juga menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus memberikan dukungan penuh, fasilitas, serta komitmen yang kuat terhadap pengembangan bakat minat para siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga bela diri. Prestasi internasional yang diraih oleh Fatma ini diharapkan tidak hanya berhenti sampai di sini, namun dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh siswa-siswi MAN 2 Bantul lainnya untuk terus menggali potensi diri dan berani tampil berprestasi di panggung dunia.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, Fatma Nur Hapsari tidak hanya membawa pulang sebuah medali emas dan piagam penghargaan resmi yang direkomendasikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, tetapi juga berhasil mengharumkan nama Indonesia, Kabupaten Bantul, dan khususnya MAN 2 Bantul di peta prestasi olahraga taekwondo dunia. ™






