Bantul (MAN 2 Bantul) — Semangat inovasi dan kreativitas terus dipancarkan oleh generasi muda di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul. Pada Jumat (21/8/2026), suasana di Laboratorium Multimedia 2 MAN 2 Bantul tampak penuh dengan kesibukan dan konsentrasi tinggi. Sejumlah siswa terpilih dari berbagai latar belakang keterampilan berkumpul untuk merampungkan karya visual terbaik mereka dalam rangka mengikuti ajang bertaraf nasional, Lomba Poster Kompetisi Gemilang Desa 2026 yang diselenggarakan oleh BEM KM Universitas Gadjah Mada.
Empat siswa multitalenta dipercaya untuk mewakili nama madrasah dalam ajang bergengsi ini. Mereka adalah Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar (siswa keterampilan Las), Intan Nafisa (siswi keterampilan Tata Busana), Wening Nur Arofah (siswi keterampilan Multimedia), dan Khalila Eka Salsabila (siswi keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian/APHP). Kolaborasi antarlintas jurusan ini membuktikan bahwa keberagaman bidang keahlian tidak menjadi penghalang, melainkan modal utama dalam melahirkan karya ide yang kaya dan komprehensif.
Proses pembuatan poster hingga pengunggahan karya ini didampingi langsung oleh pembimbing ekstrakurikuler poster, Tuti Mulyati, yang juga merupakan guru Informatika di MAN 2 Bantul. Kehadiran pembimbing memastikan bahwa setiap elemen teknis, penyampaian pesan, hingga nilai estetika poster sesuai dengan standar kompetisi dan mampu menyampaikan pesan moral serta solusi nyata bagi masyarakat.
Kompetisi Gemilang Desa 2026 kembali hadir sebagai ruang inklusif bagi generasi muda untuk menghadirkan gagasan kreatif yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan desa. Pada edisi tahun ini, panitia mengusung tema yang sangat relevan dengan era modernisasi, yaitu “Dari Akar Tradisi Menuju Pijar Inovasi: Transformasi Ekonomi Digital Desa.” Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk menciptakan solusi berbasis inovasi dan teknologi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan tanpa melupakan nilai kebudayaan lokal.
Kompetisi yang terbuka untuk siswa/i SMA/sederajat serta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia ini membuka beberapa cabang perlombaan, di antaranya cabang Esai, Poster, dan Business Case Competition. Siswa-siswi MAN 2 Bantul memutuskan untuk memfokuskan kekuatan mereka pada cabang Poster digital.
Keikutsertaan delegasi MAN 2 Bantul ini berpacu dengan alur lini masa kompetisi yang cukup padat. Panitia menyelenggarakan pendaftaran dalam dua gelombang, yakni Pendaftaran Batch 1 yang berlangsung pada 2–22 Agustus 2026, serta Pendaftaran Batch 2 pada 24 Agustus–6 September 2026. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan guna menjaga kualitas karya, tim MAN 2 Bantul memilih untuk mendaftar pada Batch 1. Berkat kerja keras dan disiplin yang tinggi, karya berhasil diselesaikan dan diunggah pada Jumat (21/8/2026), tepat sehari sebelum batas akhir pendaftaran gelombang pertama ditutup.
Poster yang mereka hasilkan mengangkat gagasan visual bernas bertajuk “Kearifan Desa Menjadi Cahaya di Layar Nusantara”. Dalam poster tersebut, Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar beserta tim menampilkan perpaduan harmonis antara tradisi desa dan media digital modern. Visual poster menggambarkan bagaimana potensi lokal—mulai dari kuliner tradisional, seni tari, musik daerah, hingga pertunjukan wayang—diangkat dan dipromosikan melalui platform live streaming, penandaan lokasi digital, hingga kanal video modern.
 Â
  Â
  
Setelah tahap pengunggahan karya selesai, seluruh berkas peserta akan memasuki proses penilaian oleh dewan juri yang dijadwalkan berlangsung dari 31 Agustus 2026 hingga 6 September 2026. Pengumuman Top 10 Finalis yang berhak melaju ke babak selanjutnya direncanakan pada 20 September 2026, sedangkan pelaksanaan babak Final akan diselenggarakan pada 26 September 2026.
Tuti Mulyati menyampaikan rasa bangganya atas kesungguhan para siswa dalam mengeksplorasi ide dan mengasah keterampilan digital mereka. Keikutsertaan dalam Kompetisi Gemilang Desa 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengukir prestasi, tetapi juga memperluas wawasan para siswa MAN 2 Bantul mengenai pentingnya kontribusi pemuda dalam memajukan potensi ekonomi digital berbasis kearifan lokal. Seluruh civitas akademika MAN 2 Bantul pun turut memberikan doa dan dukungan penuh agar delegasi madrasah mampu meraih hasil terbaik dan lolos hingga babak final. ™






