Siswa Kelas X C MAN 2 Bantul Tantang Diri Desain Media Promosi Dimsum Tanpa Template

Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana Ruang Multimedia I MAN 2 Bantul tampak berbeda pada Jumat (22/5/2026) pagi. Puluhan layar komputer menyala terang, menampilkan berbagai perpaduan warna, elemen visual, dan tipografi yang ciamik. Sebanyak puluhan siswa-siswi kelas X C tengah fokus dan tenggelam dalam kreativitas mereka masing-masing. Hari itu, mereka bukan sekadar belajar teori, melainkan sedang menempuh ujian akhir untuk materi Canva Edu pada mata pelajaran Prodistik (Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Ujian praktik ini diselenggarakan untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan keterampilan digital para siswa setelah menempuh satu semester pembelajaran intensif. Jalannya ujian dipantau langsung oleh Afiah Nur Aqini selaku instruktur Prodistik dan Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul. Keduanya bertindak sebagai penguji sekaligus fasilitator yang memastikan jalannya ujian berlangsung dengan jujur dan kompetitif.

Untuk memberikan pengalaman yang realistis, ujian akhir ini tidak menggunakan soal teori yang monoton. Sebaliknya, para siswa diberikan sebuah studi kasus nyata (real-world case study). Dalam simulasi tersebut, Bu Tuti diposisikan sebagai seorang pengusaha kuliner yang memiliki toko dimsum baru namun belum memiliki identitas visual sama sekali.

Kami ingin melatih insting bisnis dan kepekaan visual siswa. Melalui tugas ini, mereka ditantang untuk membantu pemilik toko dimsum yang membutuhkan seperangkat media promosi, mulai dari logo produk, daftar harga atau menu, hingga banner promosi,” ujar Afiah di sela-sela pemantauan ujian.

Tantangan terbesar dalam ujian ini adalah instruksi khusus dari “pemilik toko” yang meminta agar desain yang dibuat harus mampu menggugah selera (appetizing) sehingga membuat orang ingin membeli, sekaligus tampil beda dan unik dari kompetitor dimsum pada umumnya. Siswa dituntut berpikir kritis bagaimana mengombinasikan warna-warna hangat seperti merah, oranye, atau kuning yang identik dengan kuliner, namun tetap memberikan sentuhan estetika modern yang orisinal.

Mengingat platform Canva Edu menyediakan ribuan template instan, pihak penguji menerapkan aturan yang sangat ketat: Dilarang menggunakan template. Artinya, para siswa kelas X C harus merancang semuanya dari nol (from scratch), mulai dari memilih kanvas kosong, menyusun elemen, menentukan palet warna, hingga mengatur tata letak teks. Aturan ini sengaja diterapkan untuk memastikan bahwa karya yang dihasilkan murni merupakan buah kreativitas dan hasil pemikiran orisinal siswa.

Sebelum memulai proses rendering atau ekspor, para siswa juga diwajibkan untuk mengerjakan tugas sesuai dengan daftar nama pemilik toko yang telah dibagikan sebelumnya oleh guru, guna menghindari adanya plagiarisme atau kemiripan antar-siswa.

         

Selain menguji aspek kreativitas, ujian Prodistik ini juga melatih kedisiplinan administratif siswa dalam hal file management. Setelah proses mendesain selesai, siswa diminta mengunduh hasil karya mereka dengan format yang berbeda-beda sesuai dengan standar kebutuhan cetak dan digital, yaitu:

  • Format LOGO: Harus diunduh dalam format PNG (untuk menjaga transparansi dan kualitas tajam).

  • Format DAFTAR HARGA: Diunduh dalam format PDF (agar layout tetap rapi dan siap cetak).

  • Format BANNER: Diunduh dalam format JPG (ideal untuk keperluan kompresi promosi digital).

Semua file tersebut kemudian wajib dikumpulkan ke dalam folder Prodistik masing-masing siswa dengan format penamaan yang seragam, seperti LOGO UJIAN NAMA KAMU, DAFTAR HARGA UJIAN NAMA KAMU, dan BANNER UJIAN NAMA KAMU.

Tuti menjelaskan bahwa pembiasaan ekspor format dan penamaan file seperti ini sangat penting sebagai bekal siswa jika kelak terjun ke industri kreatif atau dunia kerja nyata.

Dunia digital hari ini menuntut ketelitian. Bukan cuma desainnya yang harus bagus, tapi bagaimana cara mereka mengorganisasi file, memilih format yang tepat, dan mengikuti instruksi klien dengan patuh. Itu esensi dari program Prodistik di MAN 2 Bantul,” tegas Tuti.

Ujian akhir materi Canva Edu ini pun berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui program terapan teknologi informasi seperti ini, MAN 2 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga terampil, kreatif, dan siap bersaing di era digital. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top