MAN 2 Bantul Terjunkan Siswa Keterampilan APHP untuk PKL di Roti Olinda

Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri 2 Bantul kembali memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Pada Senin (20/4/2026), madrasah tersebut resmi menerjunkan siswanya untuk melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu mitra industri strategis, yaitu Roti Olinda yang berlokasi di Pranti, Srihardono, Pundong, Bantul.

Kegiatan penerjunan ini merupakan bagian dari kurikulum wajib bagi siswa kelas XI, khususnya bagi mereka yang mengambil peminatan keterampilan. Salah satu siswa yang mendapatkan kesempatan berharga ini adalah Veila Aisya Putri, siswa kelas XI dari program keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Prosesi serah terima siswa dilakukan secara langsung oleh Tuti Mulyati, guru Informatika MAN 2 Bantul yang ditugaskan menjadi guru pembimbing lapangan. Kehadiran Tuti Mulyati di Roti Olinda bermaksud untuk memastikan bahwa transisi siswa dari lingkungan sekolah ke lingkungan kerja profesional berjalan dengan lancar dan sesuai dengan regulasi pendidikan yang berlaku.

Roti Olinda dipilih sebagai lokasi PKL karena reputasinya yang stabil dalam menjaga kualitas produk dan manajemen produksi yang tertata di wilayah Pundong. Bagi siswa APHP seperti Veila, tempat ini merupakan laboratorium nyata yang jauh lebih kompleks dibandingkan dapur praktik di sekolah.

Program PKL ini direncanakan akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, yakni mulai dari 20 April 2026 hingga 10 Juli 2026. Durasi selama kurang lebih tiga bulan ini dirancang agar siswa benar-benar bisa mendalami seluruh siklus produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, pemanggangan, hingga strategi pengemasan dan pemasaran.

Pihak MAN 2 Bantul menekankan bahwa tujuan utama dari PKL ini adalah untuk menyelaraskan hard skill yang didapat di kelas dengan kebutuhan industri terkini.

  • Penguasaan Alat: Siswa diharapkan mampu mengoperasikan mesin produksi skala industri yang mungkin tidak tersedia di sekolah.

  • Standar Sanitasi: Menerapkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) secara ketat dalam setiap langkah pengolahan makanan.

  • Pengembangan Karakter: Melatih mentalitas kerja, kerja sama tim, dan tanggung jawab terhadap kualitas produk yang akan dikonsumsi publik.

Veila Aisya Putri menyatakan kesiapannya untuk menjalani masa PKL ini dengan penuh dedikasi. Sebagai siswa APHP, ia memandang pengalaman di Roti Olinda sebagai batu loncatan penting sebelum ia lulus dan terjun ke dunia kerja yang sebenarnya atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

         

Penerjunan ini juga menjadi bukti nyata komitmen MAN 2 Bantul dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan religius, tetapi juga memiliki keahlian praktis yang siap pakai. Kerja sama dengan UMKM lokal seperti Roti Olinda juga menunjukkan peran madrasah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah Bantul.

Dengan diterjunkannya Veila di bawah bimbingan Tuti Mulyati, diharapkan terjalin komunikasi yang intens antara pihak madrasah dan perusahaan. Pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi perkembangan siswa selama bertugas di Pranti, Srihardono.

Pihak Roti Olinda menyambut baik kedatangan siswa PKL ini. Mereka berharap kehadiran siswa MAN 2 Bantul dapat membantu operasional harian sekaligus menjadi sarana transfer ilmu bagi generasi muda yang tertarik di bidang kuliner dan pengolahan pangan. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top