Kulon Progo (MAN 2 Bantul) – Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti lobby Hotel Ibis Yogyakarta International Airport, Rabu (29/4/2026). Di tengah aktivitas jemaah yang bersiap memasuki embarkasi, perhatian tertuju pada sosok remaja 17 tahun, Novem Bill Ichtiar, jemaah Kloter 7 Bantul yang menjadi salah satu calon haji termuda kedua di Kabupaten Bantul tahun ini.
Novem, siswa kelas X G MAN 3 Bantul, berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang ayah, Subur Adi Cahyono. Keberangkatannya bukan sekadar perjalanan ibadah biasa, melainkan juga bentuk kesungguhan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh sejak dini.
Dalam wawancara yang dilakukan oleh Ketua Kloter 7 Bantul yang juga Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, Novem mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Saya merasa sangat senang, karena sedini mungkin sudah bisa melengkapi rukun Islam. Ini kesempatan yang luar biasa,” ujarnya dengan mata berbinar. Ia sangat bersyukur telah didaftarkan haji oleh ayahnya sejak masih kecil.
Remaja kelahiran Jember, 8 November 2008 ini mengaku telah mempersiapkan diri secara mandiri bersama ayahnya. Ia mengikuti manasik haji melalui berbagai sumber, mulai dari buku, internet, hingga kanal YouTube Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah DIY dan kabupaten. Bahkan, latihan manasik dilakukan secara privat di rumah demi mencapai pemahaman yang maksimal.
“Pengalaman spiritual yang saya rasakan selama persiapan ini sangat berkesan. Ayah membimbing langsung, kami belajar bersama supaya bisa meraih haji yang mabrur,” tambah Novem, yang memiliki motto hidup, “Jagalah salatmu sebelum kamu disalatkan.”
Novem juga menyampaikan doa khusus yang akan ia panjatkan di Tanah Suci. Ia berharap diberikan kekuatan iman dan takwa serta kehidupan yang penuh keberkahan di dunia dan akhirat. “Sepulang dari haji, saya ingin lebih meningkatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sang ayah, Subur Adi Cahyono, mengaku bangga sekaligus terharu dapat berangkat haji bersama putra sulungnya. Ia menyebut keberangkatan ini sebagai takdir terbaik dari Allah SWT. “Ini adalah panggilan yang luar biasa. Kami berangkat bersama, sekaligus melanjutkan niat ibunya. Semoga Novem bisa menjadi anak yang semakin saleh dan kuat imannya,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Kloter 7 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati memberikan apresiasi atas semangat dan kesiapan Novem. Menurutnya, kehadiran jemaah muda seperti Novem menjadi inspirasi tersendiri bagi jemaah lainnya.
“Novem adalah contoh bahwa usia bukan penghalang untuk beribadah secara maksimal. Justru di usia muda, semangat belajar dan kesiapan fisik menjadi modal besar untuk menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga Novem menunjukkan peran penting orang tua dalam membentuk kesiapan spiritual anak. “Ini menjadi teladan bahwa pendidikan ibadah bisa dimulai dari rumah, dengan kesungguhan dan niat yang kuat,” imbuhnya.
Kloter 7 Bantul sendiri dijadwalkan terbang pada Kamis, 30 April 2026 pukul 13.25 WIB melalui Bandara Yogyakarta International Airport dan diperkirakan tiba di Bandara Madinah pada pukul 20.00 waktu Arab Saudi. Kloter ini terdiri dari 354 jemaah dan didampingi 6 petugas kloter, meliputi Ketua Kloter Nur Hasanah Rahmawati, Pembimbing Ibadah Wiharno (Kepala KUA Imogiri), tim kesehatan Lilis (Respira), dr. Rahmawati Lailiana, dan Puji Hartono (Puskesmas Bambanglipuro), serta PHD pelayanan Anggara dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.
Keberangkatan Novem menjadi simbol harapan generasi muda yang siap menapaki jalan spiritual sejak dini. Dengan tekad kuat untuk mengabdi kepada Sang Khalik, berbakti kepada Nabi Muhammad SAW, serta taat kepada orang tua dan guru, Novem membawa semangat baru dalam perjalanan suci ini.
Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan, kisah Novem menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati—yang bisa dimulai sejak usia muda, dengan niat tulus dan keyakinan penuh.(humas)






