Bantul (MAN 2 Bantul) – Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditumbuhkan di MAN 2 Bantul melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah. Mulai dari satpam, tenaga kependidikan, guru, hingga Kepala MAN 2 Bantul, semuanya berpartisipasi dalam program pengelolaan sampah organik dengan rutin mengisi Losida (Lodong Sisa Dapur) menggunakan sisa kulit buah.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dika Buah, salah satu penjual jus buah di Kabupaten Bantul. Setiap sore, petugas dari MAN 2 Bantul mengambil sisa kulit buah yang telah dikumpulkan di dalam ember khusus yang disediakan di lokasi usaha tersebut. Limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pengisi Losida untuk diolah menjadi pupuk alami.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan kepada seluruh warga madrasah.
“Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Di MAN 2 Bantul, semua warga madrasah, mulai dari satpam hingga kepala madrasah, memiliki peran yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program Losida ini, kami mengubah limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku usaha lokal juga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Penjual jus buah tidak lagi kesulitan membuang limbah kulit buah, sementara MAN 2 Bantul memperoleh bahan organik yang dapat diolah menjadi pupuk untuk mendukung penghijauan di lingkungan madrasah.
Program ini menjadi contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular di lingkungan pendidikan, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna. Selain mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, hasil pengolahan Losida juga dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman yang tumbuh di area madrasah.
Melalui kegiatan sederhana namun berkelanjutan ini, MAN 2 Bantul berharap dapat menginspirasi warga madrasah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha lokal menjadi bukti bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (ith)






