Semarang(MAN 2 Bantul) – Guru MAN 2 Bantul, Puji Lestari, mengikuti kegiatan Orientasi Penggerak Ekoteologi yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang pada tanggal 9–11 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari Kabupaten Bantul, peserta yang hadir terdiri atas Puji Lestari dari MAN 2 Bantul, Susanti dari MTsN 2 Bantul, dan Yassindya Salwa, Analis Hukum Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Kegiatan dibuka secara resmi pada Selasa (9/6/2026) pukul 09.30 WIB oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. M. Ali Ramdhani. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
“Cintai lingkunganmu, sebab lingkungan kita adalah satu-satunya tempat kita hidup, satu-satunya tempat kita menitipkan bahagia, dan satu-satunya tempat kita beribadah,” pesan Prof. M. Ali Ramdhani.
Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup manusia, tetapi juga dapat mengurangi kualitas kebahagiaan dan mengganggu pelaksanaan ibadah. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan peserta dan berbagi praktik baik program ekoteologi yang telah dilaksanakan di instansi masing-masing. Berbagai inovasi dan program lingkungan dipresentasikan sebagai inspirasi untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Bagi MAN 2 Bantul, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat program-program lingkungan yang telah berjalan, seperti Program Adiwiyata, Gizero Canteen, pengelolaan sampah melalui LOSIDA dan biopori, serta pemanfaatan ecoenzim. Program-program tersebut sejalan dengan semangat ekoteologi yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.
Puji Lestari menyampaikan bahwa Orientasi Penggerak Ekoteologi memberikan wawasan baru tentang pentingnya menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari budaya madrasah.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar program, tetapi juga bentuk ibadah dan amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Semoga praktik baik yang diperoleh selama orientasi dapat semakin menguatkan budaya peduli lingkungan di MAN 2 Bantul,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penggerak-penggerak ekoteologi yang mampu menginspirasi masyarakat untuk merawat bumi sebagai rumah bersama, tempat manusia hidup, berbahagia, dan beribadah.(pjl)






