Kepala MAN 2 Bantul Ikuti Penguatan Asta Protas, Menag Tekankan Moderasi Beragama dan Transformasi Digital

Yogyakarta (MAN 2 Bantul) – Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengikuti kegiatan Penguatan Implementasi Asta Protas Kementerian Agama bertema “Wujudkan Pelayanan dan Pendidikan Keagamaan yang Unggul dan Berdampak” yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY), Rabu (4/11/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama dalam mengimplementasikan program prioritas atau Asta Protas guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pendidikan keagamaan. Sejumlah pejabat Kemenag pusat dan daerah, kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, kepala KUA, serta kepala madrasah negeri se-DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan empat hal penting, yakni penguatan moderasi beragama, digitalisasi layanan birokrasi, pengembangan ekosistem pendidikan keagamaan, serta peningkatan integritas aparatur. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan dan pendidikan keagamaan yang berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menag secara khusus mengapresiasi Yogyakarta yang dikenal sebagai laboratorium toleransi dan kerukunan umat beragama. Ia mengingatkan bahwa keberagaman harus dirawat melalui sikap saling menghormati, pemahaman agama yang moderat, serta penghargaan terhadap martabat setiap manusia.

“Jangan menjadi provokator, tetapi jadilah mediator. Perbedaan seharusnya menjadi ruang untuk membangun dialog, memperkuat persaudaraan, dan merawat kerukunan,” pesan Nasaruddin.

Dalam bidang pendidikan, Menag mendorong penguatan Kurikulum Cinta yang mengedepankan kasih sayang, penghormatan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan agama diharapkan tidak hanya membangun pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk peserta didik yang berakhlak, toleran, dan peduli terhadap sesama.

Selain itu, transformasi digital menjadi perhatian penting. Seluruh aparatur Kementerian Agama didorong meningkatkan kompetensi teknologi agar mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, profesional, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Integritas juga harus menjadi karakter utama aparatur melalui kejujuran, keikhlasan, kesabaran, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki sejarah penting dalam perjalanan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia berharap kehadiran Menteri Agama dan arahan yang diberikan semakin memperkuat sinergi seluruh jajaran Kemenag di DIY.

Keikutsertaan Kepala MAN 2 Bantul dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan komitmen madrasah dalam menerapkan Asta Protas. Nilai-nilai moderasi beragama, penguatan karakter, inovasi pembelajaran, digitalisasi layanan, dan integritas diharapkan terus diwujudkan dalam penyelenggaraan pendidikan di MAN 2 Bantul.

Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan generasi yang berkarakter, moderat, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (ith)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top