Bantul (MAN 2 Bantul) – Menghasilkan sebuah karya inovatif tidak cukup hanya dengan ide dan produk yang menarik, tetapi juga diperlukan kemampuan untuk menjelaskan serta mempertanggungjawabkan gagasan di baliknya. Hal inilah yang menjadi fokus kegiatan presentasi karya akhir bagi sepuluh siswa MAN 2 Bantul dalam rangka persiapan mengikuti cabang lomba Final Project pada ajang Procomit V16 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan berlangsung pada Kamis (5/11/2026) di Aula MAN 2 Bantul.
Presentasi ini menjadi langkah awal untuk menggali kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide, menjelaskan proses pengembangan karya, serta menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap produk yang telah dibuat. Tidak hanya menilai hasil akhir, kegiatan ini juga menjadi sarana melatih keberanian, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menjawab pertanyaan.
Sepuluh peserta secara bergantian mempresentasikan karya masing-masing di hadapan tim penilai dan guru pembimbing. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk memaparkan latar belakang, tujuan, proses pembuatan, hingga manfaat karya yang dikembangkan. Melalui sesi tanya jawab, peserta juga mendapatkan berbagai masukan untuk menyempurnakan karya sebelum diikutsertakan dalam kompetisi.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi terhadap karya-karya yang telah dihasilkan para siswa. Menurutnya, secara umum karya yang dipresentasikan sudah bagus dan menunjukkan kreativitas serta kemampuan siswa dalam mengembangkan gagasan berbasis teknologi. Namun, masih terdapat beberapa bagian yang perlu disempurnakan, terutama kesesuaian judul dengan isi dan fokus karya.
“Secara umum karya anak-anak sudah bagus. Ide dan kreativitasnya sudah terlihat. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu direvisi sedikit, terutama pada bagian judul agar benar-benar sesuai dengan isi, tujuan, dan hasil karya yang dikembangkan. Judul harus mampu merepresentasikan apa yang sebenarnya dibuat oleh siswa. Saya berharap masukan ini dapat ditindaklanjuti sehingga karya mereka semakin matang dan siap diikutsertakan dalam lomba Final Project Procomit V16 ITS Surabaya,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.
Salah satu peserta, Dyah Ayu, mengungkapkan bahwa pada awalnya ia merasa sedikit takut dan gugup ketika harus mempresentasikan karya di hadapan tim penilai. Namun, pengalaman tersebut justru memberikan wawasan baru dan membuatnya lebih memahami hal-hal yang perlu diperbaiki.
“Awalnya saya sedikit takut dan gugup karena harus menjelaskan karya sendiri dan menjawab pertanyaan. Tetapi setelah mengikuti presentasi, ternyata banyak hal baru yang saya dapatkan. Masukan yang diberikan membuka wawasan saya, terutama tentang bagaimana memperbaiki dan mengembangkan karya agar menjadi lebih baik. Saya jadi lebih memahami bahwa membuat karya tidak hanya selesai pada produknya, tetapi juga harus bisa menjelaskan ide dan manfaatnya,” tutur Dyah Ayu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MAN 2 Bantul dalam mendampingi siswa mengembangkan kompetensi teknologi, kreativitas, dan kemampuan komunikasi. Siswa tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk inovatif, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam serta mampu mempresentasikan hasil karyanya secara sistematis dan percaya diri.
Melalui pembimbingan dan evaluasi tersebut, MAN 2 Bantul berharap sepuluh peserta cabang lomba Final Project dapat terus menyempurnakan karya masing-masing dan memberikan penampilan terbaik dalam ajang Procomit V16 ITS Surabaya.
Semangat untuk terus belajar, berani menyampaikan gagasan, dan menghasilkan inovasi menjadi wujud nyata MAN 2 Bantul sebagai Madrasah Technopreneur dalam mencetak generasi yang terampil, kreatif, inovatif, mandiri, dan berkarakter. (ftr)






