Bantul (MAN 2 Bantul) – MAN 2 Bantul terus berkomitmen menghadirkan kegiatan pembiasaan keagamaan yang bermanfaat bagi seluruh peserta didik. Salah satunya melalui kegiatan keputrian yang dilaksanakan secara rutin bagi siswi yang sedang berhalangan sehingga tidak dapat mengikuti salat Dhuha berjamaah. Kegiatan ini menjadi alternatif pembinaan spiritual agar para siswi tetap dapat mengawali aktivitas pembelajaran dengan kegiatan positif dan bernilai religius. Kegiatan keputrian tersebut dilaksanakan pada pagi hari pukul 07.15–07.45 WIB, bertempat di ruang otomotif MAN 2 Bantul pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan dipandu oleh guru piket Dhuha yang bertugas mendampingi sekaligus memberikan pembinaan kepada para siswi. Meskipun tidak dapat mengikuti salat Dhuha, para siswi tetap mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan agama dan meningkatkan kedekatan kepada Allah Swt.
Dalam kegiatan tersebut, guru piket Dhuha menyampaikan materi keagamaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya tentang pentingnya menjaga akhlak, meningkatkan keimanan, serta membiasakan perilaku terpuji sebagai seorang muslimah. Penyampaian materi dilakukan secara santai dan komunikatif sehingga para siswi dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan memahami pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama. Melalui lantunan nama-nama Allah yang indah tersebut, para siswi diajak untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah Swt., menumbuhkan rasa cinta kepada-Nya, serta membiasakan diri untuk selalu berdoa dan bersyukur dalam menjalani kehidupan.
  
Kegiatan keputrian ini bukan sekadar mengisi waktu ketika siswi tidak dapat melaksanakan salat Dhuha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun karakter religius, memperkuat pemahaman keislaman, dan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah. Dengan adanya pendampingan dari guru piket Dhuha, para siswi tetap memperoleh pembinaan keagamaan yang terarah dan bermakna. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berharap seluruh siswi dapat memanfaatkan waktu pagi dengan aktivitas yang positif dan produktif. Pembiasaan membaca Asmaul Husna serta pemberian materi keagamaan diharapkan mampu membentuk pribadi muslimah yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang kuat. Dengan demikian, meskipun sedang berhalangan mengikuti salat Dhuha, para siswi tetap dapat mengisi pagi hari dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. Semangat pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu wujud komitmen MAN 2 Bantul dalam menciptakan lingkungan madrasah yang religius, berkarakter, dan penuh nilai-nilai kebaikan. (ATN)






