Lamongan (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Guru MA Plus Keterampilan dalam rangkaian Extranas 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru dan pengelola madrasah untuk berdiskusi mengenai pengembangan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, MAN 2 Bantul diwakili oleh Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, bersama guru MAN 2 Bantul, Nurhayati. Keduanya mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Gajah Mada Lantai 7, Pemkab Lamongan.
FGD mengangkat tema “Dari Madrasah untuk Dunia”. Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas penguatan mutu MA Plus Keterampilan serta keterkaitan kompetensi yang dikembangkan di madrasah dengan kebutuhan dunia industri.
Salah satu materi disampaikan olehAnis Masykur, Kasubdit Vokasi dan Inklusi, dengan tema “Kebijakan Peningkatan Mutu MA Plus Keterampilan dan MAKN dalam rangka Berkontribusi untuk Dunia.” Selain itu Lucky., Kasubdit Sarana dan Prasarana (Sarpras), menyampaikan materi mengenai “Link and Match MA Plus Keterampilan dengan Dunia Industri: Dari Kompetensi Madrasah Menuju Kesiapan Kerja dan Kemandirian Murid.”
Keikutsertaan MAN 2 Bantul dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengembangan pendidikan keterampilan di madrasah. Hal ini sejalan dengan upaya MAN 2 Bantul dalam memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam FGD menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan madrasah terkait pengembangan keterampilan peserta didik.
“FGD ini memberikan wawasan dan perspektif baru bagi madrasah untuk terus mengembangkan program keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan di MAN 2 Bantul,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.
Sementara itu, Nurhayati turut mengikuti diskusi dan mencermati berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum. Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarmadrasah menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas program keterampilan.
Partisipasi MAN 2 Bantul dalam FGD tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen madrasah dalam menyiapkan generasi yang terampil, adaptif, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus tetap memiliki karakter dan nilai-nilai madrasah. (ftr)






