Sleman (MAN 2 Bantul) — Tim riset MAN 2 Bantul kembali menorehkan prestasi dengan berhasil menjadi finalis dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional MARS#13 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan puncak kompetisi berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan dipusatkan di lingkungan FMIPA UNY.
Acara diawali dengan registrasi peserta serta pembukaan resmi yang dilaksanakan di Pendopo FMIPA UNY. Kompetisi nasional ini diikuti oleh 10 tim tingkat mahasiswa dan 15 tim tingkat SMA dari berbagai daerah di Indonesia. MAN 2 Bantul menjadi salah satu tim finalis tingkat SMA yang berhasil lolos hingga tahap akhir.
Setelah pembukaan, seluruh peserta diberikan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan persiapan expo karya ilmiah. Pada sesi ini, para finalis menata media presentasi, poster penelitian, serta berbagai produk dan dokumentasi pendukung riset yang dipamerkan kepada dewan juri dan pengunjung.
Tim MAN 2 Bantul tampil dengan nama “Tim Zero Waste School” mengusung karya ilmiah berjudul “Pemanfaatan Food Waste Program MBG Berbasis STEM sebagai Solusi Ramah Lingkungan.” Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pendekatan STEM sebagai inovasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan di madrasah.
Expo dan penjurian berlangsung kurang lebih selama dua jam. Dalam sesi tersebut, setiap tim mendapatkan penilaian langsung dari tiga dewan juri yang berasal dari kalangan dosen. Para juri mengamati inovasi, kebermanfaatan riset, metode penelitian, hingga kemampuan peserta dalam menjelaskan karya ilmiahnya. Expo berlangsung lancar dan mendapat antusiasme yang baik dari para pengunjung maupun dewan juri.
Tim MAN 2 Bantul juga mengikuti sesi presentasi finalis yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 14.30 WIB. Pada kesempatan tersebut, tim memaparkan latar belakang meningkatnya food waste, sistem pengolahan limbah makanan berbasis STEM, serta implementasi nyata yang telah dilakukan di lingkungan madrasah melalui program zero waste school. Presentasi berjalan lancar dan interaktif karena para juri memberikan berbagai pertanyaan kritis terkait keberlanjutan program, efektivitas pengolahan limbah, serta peluang pengembangan riset di masa mendatang.
Guru pendamping tim, Puji Lestari, mengaku bangga dengan semangat dan kerja keras para siswa selama mengikuti kompetisi nasional tersebut.
“Anak-anak sudah menunjukkan usaha yang luar biasa mulai dari proses penelitian, penyusunan karya tulis, hingga presentasi di depan juri. Kami bersyukur mereka bisa membawa nama MAN 2 Bantul hingga tingkat nasional dan mendapatkan banyak pengalaman berharga,” ungkap Puji Lestari.

Keikutsertaan MAN 2 Bantul dalam final MARS#13 menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran dan kepedulian lingkungan yang dikembangkan di madrasah mampu bersaing di tingkat nasional. Selain mengembangkan kemampuan riset siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya ilmiah, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu lingkungan di kalangan generasi muda.
Setelah seluruh rangkaian presentasi selesai, peserta menunggu pengumuman pemenang yang dijadwalkan pada pukul 17.00 WIB. Suasana penuh semangat dan antusias tampak menyelimuti seluruh finalis yang telah menampilkan karya terbaik mereka dalam ajang ilmiah nasional tersebut.(Pjl)






