Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan diri dan kelestarian lingkungan, MAN 2 Bantul menggelar kegiatan edukasi khusus bagi para siswi yang sedang berhalangan (udzur syar’i). Kegiatan pembiasaan dan pembinaan karakter ini diisi langsung oleh Umi Fathonah dan bertempat di Ruang Otomotif MAN 2 Bantul pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara komunikatif tersebut berfokus pada penanganan serta pengelolaan sampah pembalut bekas pakai secara tepat. Hal ini dipandang penting mengingat pengelolaan sampah sanitasi wanita yang tidak benar berpotensi memicu masalah kesehatan hingga pencemaran lingkungan di area sekolah.
Selama masa udzur, para siswi tetap mendapatkan pendampingan agar waktu yang ada dapat diisi dengan kegiatan bermakna. Pembiasaan ini menjadi wadah edukasi bernilai positif, di mana materi yang disampaikan menyentuh langsung aspek kehidupan sehari-hari siswi.
Umi Fathonah menyampaikan bahwa isu pembuangan pembalut yang tidak tepat sering kali menjadi masalah tersembunyi yang berdampak besar. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan pemahaman teknis dan etika sejak dini.
“Kebersihan merupakan bagian dari iman. Saat seorang muslimah sedang udzur, tanggung jawab menjaga kebersihan diri dan lingkungan tidak berhenti. Justru di sanalah kedisiplinan kita diuji, bagaimana kita mengelola sampah pembalut agar tidak mengganggu kesehatan orang lain dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Umi Fathonah di hadapan para siswi.
Dalam pemaparannya di Ruang Otomotif, Umi Fathonah memberikan petunjuk teknis mengenai tahapan membuang pembalut bekas pakai dengan benar:
- Pembersihan Diri dan Material: Pembalut harus dibersihkan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih menggunakan air mengalir.
- Pengemasan yang Aman: Pembungkusan menggunakan kertas bekas atau plastik khusus sebelum dibuang ke tempat sampah tertutup, guna mencegah bau dan paparan kuman.
- Pemisahan Jenis Sampah: Penjelasan mengenai pentingnya tidak membuang pembalut ke dalam lubang toilet atau closet karena dapat menyebabkan penyumbatan saluran air dan pencemaran tanah.
Para siswi menyimak pemaparan dengan antusias. Ruang Otomotif yang biasanya digunakan untuk pembelajaran praktik kejuruan, hari itu ditata sedemikian rupa menjadi ruang diskusi yang hangat dan interaktif.

Pihak madrasah sangat mendukung inisiatif pembinaan ini sebagai bagian dari pilar sekolah berwawasan lingkungan. Melalui edukasi yang konsisten, MAN 2 Bantul berharap para siswi tidak hanya menerapkan pola hidup bersih di lingkungan madrasah, tetapi juga membawanya ke lingkungan rumah dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran para siswi MAN 2 Bantul terhadap pentingnya pengelolaan sampah medis pribadi semakin meningkat, sehingga lingkungan madrasah tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh warga sekolah. (TN)






