Bantul – MAN 2 Bantul kembali memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi melalui penerimaan sembilan mahasiswa Program Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta. Kegiatan penerimaan berlangsung di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MAN 2 Bantul pada Senin (27/7/2026). Hadir dalam acara tersebut Kepala MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) IIQ An Nur Ahmad Shofiyuddin Ichsan, guru pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta PLP. Program praktik lapangan ini dijadwalkan berlangsung hingga 18 September 2026.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa PLP merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata sebagai calon pendidik. Menurutnya, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar mengajar, tetapi juga laboratorium pendidikan yang memberikan pengalaman menyeluruh tentang tata kelola sekolah.
“Mahasiswa hendaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar bersama seluruh warga madrasah. Selain melaksanakan pembelajaran di kelas, mahasiswa juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti penyusunan rilis berita, mendukung program Adiwiyata, mengikuti piket, membantu administrasi, hingga berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan madrasah lainnya. Semua pengalaman tersebut akan memperkaya kompetensi sebagai calon guru,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa guru masa depan dituntut memiliki kemampuan yang beragam, tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta berkontribusi dalam pengembangan lembaga pendidikan.
Sementara itu, Ahmad Shofiyuddin Ichsan menyampaikan apresiasi kepada MAN 2 Bantul yang secara konsisten membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurutnya, pengalaman praktik di madrasah menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengembangkan kompetensi profesional.
“Selain praktik mengajar, mahasiswa juga memiliki kewajiban menyusun artikel ilmiah berbasis riset. Oleh karena itu, setiap pengalaman selama berada di madrasah hendaknya didokumentasikan dan dianalisis sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan,” jelasnya.
Mewakili mahasiswa PLP, Akmad Jajuli menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh MAN 2 Bantul. Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika sebagai calon pendidik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar MAN 2 Bantul. Kami siap belajar, berkolaborasi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan PLP ini, MAN 2 Bantul berharap terjalin sinergi yang semakin erat dengan IIQ An Nur dalam mencetak calon guru yang profesional, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki pengalaman yang utuh dalam pembelajaran, penelitian, publikasi, dan pengelolaan madrasah. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan generasi pendidik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan madrasah dan dunia pendidikan Indonesia. (ITH)






