Mengusung Pangan Sehat dan Berkelanjutan, MAN 2 Bantul Hadiri Konferensi Gastronomi Nasional

Solo (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul turut berpartisipasi dalam Konferensi Gastronomi Indonesia III Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Hotel Asia, Solo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia atau ANGGReK HIJAU INDONESIA. Dalam kegiatan tersebut, MAN 2 Bantul diwakili oleh Puji Lestari sebagai bagian dari penguatan wawasan madrasah terkait pangan sehat, halal, bergizi, dan berkelanjutan.

Gastronomi merupakan kajian tentang makanan yang tidak hanya dilihat dari sisi rasa, tetapi juga mencakup nilai budaya, sejarah, bahan pangan, cara pengolahan, penyajian, kesehatan, ekonomi, pariwisata, hingga dampaknya terhadap lingkungan. Melalui gastronomi, makanan dipahami sebagai bagian dari identitas, pengetahuan, dan peradaban masyarakat.

Konferensi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Deria Adi Wijaya, S.ST.Par., M.Sc. dari Sekolah Vokasi, Program Studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata, Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Pertanian, Program Studi S-1 Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Sebelas Maret (UNS).

Deria Adi Wijaya menyampaikan materi tentang pengembangan gastronomi berkelanjutan, gastro diplomasi, gastronomi budaya, dan gastronomi pariwisata. Ia menekankan bahwa kuliner Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan budaya, ekonomi, dan daya tarik wisata, terlebih Indonesia dikenal kaya rempah.

Sementara itu, Bara Yudhistira menyampaikan materi tentang inovasi teknologi pangan sebagai upaya penguatan dan pengembangan gastronomi sehat, halal, dan berkelanjutan. Makanan tradisional Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Namun, pengembangannya perlu memperhatikan kandungan nutrisi, keamanan pangan, kehalalan, kemasan ramah lingkungan, serta inovasi agar lebih menarik bagi generasi muda.

Pada sesi tanya jawab, Puji Lestari menyampaikan pertanyaan terkait tantangan mengenalkan makanan sehat kepada siswa. Menurutnya, makanan tidak cukup hanya enak, tetapi juga harus bergizi. Ia juga menanyakan pengembangan produk berbasis bunga telang, inovasi pangan di sekolah, serta upaya sederhana dalam mengurangi jejak karbon pangan. Narasumber menanggapi bahwa makanan bergizi perlu terus diinovasi tanpa mengurangi kandungan gizinya, serta sekolah dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi pangan yang lebih berdampak.

Puji Lestari menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan program MAN 2 Bantul, khususnya GIZERO Canteen, kantin sehat, dan Adiwiyata. “Konferensi ini membuka wawasan bahwa makanan sehat dan bergizi perlu dikemas secara menarik agar lebih disukai siswa. Gastronomi bukan hanya berbicara tentang makanan enak, tetapi juga tentang nilai gizi, budaya, lingkungan, dan keberlanjutan. Hal ini menjadi bekal penting bagi MAN 2 Bantul dalam memperkuat program GIZERO Canteen dan membangun kebiasaan pangan sehat di madrasah,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam konferensi ini, MAN 2 Bantul berharap dapat terus memperkuat budaya pangan sehat, halal, bergizi, dan berkelanjutan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini juga menjadi inspirasi untuk mengembangkan inovasi kantin sehat serta pembelajaran yang dekat dengan kehidupan nyata siswa.(pjl).

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top