Yogyakarta (MAN 2 Bantul) – Penguatan pendidikan keterampilan menjadi salah satu strategi penting untuk menyiapkan lulusan madrasah yang mandiri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Hal ini menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan Daerah Istimewa Yogyakarta yang dihadiri Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana, dan Guru Keterampilan, Kurnia Oktaviany, Senin (19/10/2026), di Ruang Broadcasting MAN 2 Yogyakarta.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MAN 2 Yogyakarta, Sri Hartiningsih. Selanjutnya, Sidiq Pramono, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap program madrasah plus keterampilan.
“Program madrasah plus keterampilan jangan dijadikan beban oleh madrasah, tetapi sebagai pilihan untuk mengembangkan madrasah,” demikian inti pesan yang disampaikan Sidiq Pramono dalam forum tersebut.
Pesan ini menegaskan bahwa pendidikan keterampilan perlu dikembangkan sesuai potensi dan karakteristik masing-masing madrasah. Dengan perencanaan yang tepat, keterampilan dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas peluang masa depan murid.
Materi berikutnya disampaikan oleh Anis Masykhur, Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi, Direktorat KSKK Madrasah. Ia menekankan bahwa tujuan pendidikan pada hakikatnya adalah mengelola dunia dan menjaga agama.
“Tujuan pendidikan adalah mengelola dunia dan menjaga agama,” menjadi pesan utama dalam materi yang disampaikan. Pendidikan tidak cukup hanya membekali murid dengan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan life skills atau kecakapan hidup agar mereka mampu menjadi manusia merdeka dan paripurna (insan kamil).
Materi tersebut juga menyoroti hakikat belajar, yakni menjadikan murid sebagai learner atau pembelajar yang aktif, kreatif, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, pembelajaran perlu memberi ruang bagi murid untuk mempraktikkan pengetahuan, menghasilkan karya, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Keikutsertaan MAN 2 Bantul dalam FGD ini menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan dan memperkuat arah pengembangan program keterampilan. Selaras dengan identitas “MAN 2 Bantul Madrasah Technopreneur Terampil Berkarakter”, madrasah terus mendorong integrasi pembelajaran akademik, keterampilan vokasional, teknologi, kewirausahaan, dan pembentukan karakter.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa pengembangan keterampilan perlu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi murid.
“Pendidikan keterampilan harus menjadi kekuatan madrasah untuk membekali murid dengan kompetensi, kemandirian, dan karakter. Kami ingin keterampilan yang dipelajari tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dikembangkan menjadi karya dan bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana, menilai bahwa gagasan dalam FGD tersebut relevan dengan pengembangan pendidikan di MAN 2 Bantul.
“Madrasah perlu memberikan ruang kepada murid untuk belajar melalui pengalaman nyata. Integrasi keterampilan, teknologi, dan kewirausahaan diharapkan mampu mendorong murid menjadi pembelajar yang kreatif, adaptif, dan produktif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berkomitmen terus mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman untuk melahirkan generasi yang berdaya, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Melalui penguatan tersebut, MAN 2 Bantul berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga terampil, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Keterampilan harus menjadi kekuatan madrasah untuk melahirkan generasi yang mampu berkarya, mandiri, dan mengelola kehidupan dunia dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama. (ftr)






