Bantul (MAN 2 Bantul) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menyelenggarakan kegiatan Uji Publik Kurikulum pada Selasa (21/4/26), bertempat di Aula MAN 2 Bantul. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyempurnakan dokumen kurikulum guna meningkatkan mutu lulusan sekaligus menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kepala Madrasah, pengawas, akademisi, hingga perwakilan wali siswa. Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan kurikulum. Ia menyampaikan, “Uji publik ini menjadi ruang bersama untuk menyempurnakan kurikulum agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.”
Sebagai narasumber utama, Anita Isdarmini selaku Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY memberikan apresiasi terhadap langkah MAN 2 Bantul. Ia menyatakan, “MAN 2 Bantul menjadi madrasah pertama di DIY yang melaksanakan uji publik kurikulum. Ini langkah maju dalam mengembangkan kualitas lulusan.”
Ia juga memberikan sejumlah masukan penting terkait implementasi kurikulum. “Guru perlu menambahkan permainan atau kuis agar pembelajaran lebih menarik. Selain itu, sistem blok perlu dimapping lebih sistematis agar efektif dan tidak hanya tertulis secara konsep,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter menjadi inti dari kurikulum. “Value dari kurikulum itu utama adalah karakter yang dibangun,” tegasnya.
Pengawas madrasah, Heni Prilantari, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan sebagai dasar penyusunan kurikulum. “Evaluasi keterlaksanaan tahun lalu harus menjadi pijakan dalam menyusun kurikulum berikutnya. Jika fokusnya literasi, maka program yang disusun juga harus berbasis literasi,” jelasnya. Ia juga menyoroti pelaksanaan kokurikuler agar tidak mencampur model dan memiliki target capaian yang jelas. “Program harus disesuaikan dengan regulasi dan muatan yang berlaku saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, akademisi Muqowim memberikan pandangan mendasar terkait konsep kurikulum. Ia menyampaikan, “Kurikulum itu adalah pengalaman dan pengetahuan yang diberikan kepada peserta didik untuk mencapai profil yang diidam-idamkan.” Ia juga menekankan pentingnya perencanaan isi pembelajaran. “Yang perlu dipikirkan adalah pengetahuan dan pengalaman apa saja yang akan diberikan kepada peserta didik,” ujarnya. Secara umum, ia menilai kurikulum sudah baik, namun perlu konsistensi teknis. “Secara keseluruhan sudah baik, hanya perlu konsistensi terutama dalam penomoran,” imbuhnya.
Masukan juga datang dari unsur komite madrasah. Isnan menegaskan pentingnya berbasis data dalam evaluasi. “Uji publik ini adalah rencana kerja yang harus didasarkan pada evaluasi kurikulum sebelumnya, termasuk capaian program yang dapat diukur dalam persentase,” jelasnya.

Dari sisi peserta didik, Febrianto turut memberikan kesan positif terhadap pembelajaran di MAN 2 Bantul. Ia menyampaikan, “Saya mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama melalui pembelajaran sistem blok dan program boarding. Kegiatan yang ada membuat saya lebih berkembang.”
Sementara itu, perwakilan wali siswa Santi Retno Listiana juga memberikan apresiasi. “Siswa merasa nyaman belajar di MAN 2 Bantul dan sudah mampu mempraktikkan keterampilan seperti APHP. Ini menjadi bukti bahwa program berjalan sesuai dengan minat dan pilihan siswa,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MAN 2 Bantul untuk terus berinovasi dalam pendidikan. Dengan berbagai masukan konstruktif, diharapkan kurikulum yang disusun tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, kompeten, dan siap menghadapi masa depan.(ftr)






