Bantul (MAN 2 Bantul) – Inovasi pembelajaran di MAN 2 Bantul kembali menarik perhatian kalangan akademisi. Madrasah ini menjadi lokasi penelitian skripsi mahasiswa IIQ An-Nur, Fifi Khuzaimah, yang mengkaji penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian bertajuk “Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis pada Sistem Blok di MAN 2 Bantul Yogyakarta” dilaksanakan pada Selasa (5/5/26) melalui wawancara bersama Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Selain itu, guru Al-Qur’an Hadis, Ken Ayu Kartikaningrum, juga menjadi fokus penelitian, khususnya dalam praktik pembelajaran di kelas. “Pendekatan ini mendorong siswa tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Fitria.
Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam bagaimana pendekatan deep learning diterapkan dalam sistem pembelajaran blok di MAN 2 Bantul. Dalam prosesnya, Fifi Khuzaimah tidak hanya mengumpulkan data melalui wawancara, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di kelas.
Dalam praktik pembelajaran, Ken Ayu Kartikaningrum mengembangkan metode yang mengajak siswa memahami isi ayat dan hadis secara kontekstual. Siswa didorong untuk mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari serta aktif berdiskusi, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna. “Kami ingin siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami dan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan,” jelas Ken Ayu.
Penerapan sistem blok di MAN 2 Bantul dinilai menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan ini. Menurut Fitria Endang Susana, sistem tersebut memberikan waktu belajar yang lebih terfokus sehingga materi dapat dipelajari secara mendalam. “Pembelajaran menjadi lebih intensif dan terarah, sehingga guru dapat mengeksplorasi materi secara optimal,” tambahnya.
Fifi Khuzaimah mengungkapkan bahwa pemilihan MAN 2 Bantul sebagai lokasi penelitian didasarkan pada adanya inovasi pembelajaran yang menarik. “Saya melihat adanya pendekatan yang berbeda dan lebih mendalam dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, terutama dengan dukungan sistem blok,” ungkapnya.
Kegiatan penelitian berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pihak madrasah. Proses wawancara dan observasi memberikan gambaran yang komprehensif mengenai strategi pembelajaran yang diterapkan serta dampaknya terhadap pemahaman siswa.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Selain itu, temuan yang diperoleh juga berpotensi menjadi referensi bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.
Dengan menjadi objek penelitian, MAN 2 Bantul kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang terbuka terhadap inovasi. Praktik pembelajaran yang diterapkan tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan madrasah di masa depan.(ftr)






