Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana berbeda tampak di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul pada Kamis (10/9/2026). Ruangan yang biasanya hening untuk membaca buku, mendadak berubah menjadi arena adu strategi dan ketangkasan berpikir. Langkah ini diambil dalam rangka menggelar seleksi cabang olahraga catur untuk ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat kabupaten.
Pemanfaatan ruang perpustakaan sebagai lokasi seleksi memberikan nuansa unik tersendiri. Di tengah kepungan ribuan koleksi buku literatur dan ilmu pengetahuan, para peserta tampak fokus menatap papan catur, menimbang setiap keputusan, serta menyusun taktik terbaik untuk menumbangkan lawan.
Proses seleksi berlangsung seru namun tetap kondusif. Suasana hening perpustakaan justru menjadi nilai tambah karena mendukung tingkat konsentrasi para peserta. Setiap dentangan langkah bidak dan penekanan tombol jam catur (chess clock) menjadi ritme utama yang menghiasi jalannya kompetisi internal tersebut.
Seleksi catur PKM ini diikuti oleh belasan siswa-siswi terbaik perwakilan tiap kelas yang memiliki bakat di bidang asah otak. Format pertandingan menggunakan sistem yang terukur untuk memastikan peserta terpilih benar-benar memiliki ketahanan mental, penguasaan pembukaan (opening), serta kemampuan membaca permainan akhir (endgame) yang matang.
“Catur adalah olahraga yang mengandalkan analisis mendalam, ketenangan, dan kecermatan membaca langkah lawan. Memilih perpustakaan sebagai lokasi seleksi sangat tepat karena atmosfernya mendukung peserta untuk berpikir jernih tanpa gangguan suara bising,” ungkap salah satu guru pendamping.
Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) merupakan agenda tahunan bergengsi yang menjadi wadah unjuk bakat bagi para siswa madrasah di bidang seni dan olahraga. Cabang catur selalu menjadi salah satu nomor andalan yang menyedot perhatian karena persaingannya yang sangat ketat di tingkat daerah maupun provinsi.
Pihak panitia seleksi internal MAN 2 Bantul menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas memilih perwakilan, melainkan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Siswa dan siswi yang berhasil meraih posisi teratas dalam seleksi ini akan langsung mendapatkan program pelatihan khusus (tc) guna pemantapan materi taktik serta analisis simulasi pertandingan sebelum diterjunkan ke arena PKM sesungguhnya.
Kepala MAN 2 Bantul mengapresiasi antusiasme para siswa yang mengikuti seleksi catur PKM ini. Beliau menekankan bahwa madrasah memberikan ruang seluas-luasnya bagi seluruh peserta didik untuk mengeksplorasi potensi diri, baik di bidang akademik, seni, maupun olahraga.
Pemanfaatan fasilitas perpustakaan secara fleksibel ini juga membuktikan bahwa area belajar dapat dialihfungsikan secara positif untuk mendukung kegiatan ekstra yang membangun karakter kedisiplinan dan sportifitas siswa.
Melalui persiapan yang matang serta seleksi yang ketat, MAN 2 Bantul optimistis dapat melahirkan pecatur-pecatur handal yang siap mengharumkan nama madrasah dan membawa pulang trofi kemenangan pada ajang Pekan Kompetisi Madrasah mendatang. (TN)






