Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan, MGMP Informatika MA se-DIY Integrasikan Nilai Kurikulum Berbasis Cinta di Boyolali

Boyolali (MAN 2 Bantul) – Dalam upaya memperkuat peran pendidik untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam pembelajaran digital, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan forum pertemuan regional. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) ini ditempatkan di kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, dan diikuti oleh 18 guru delegasi dari berbagai madrasah aliyah di kawasan DIY, termasuk Tuti Mulyati, selaku wakil dari MAN 2 Bantul.

Rangkaian acara diawali dengan keberangkatan rombongan sejak pagi hari pukul 07.30 WIB dan seluruh rangkaian agenda forum berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Sesuai jadwal yang disepakati, pelaksanaan rapat pleno dan pemaparan materi dimulai secara resmi pada pukul 11.30 WIB. Jalannya forum dipandu oleh Agus Sulistya dari MAN 1 Bantul bertindak sebagai pembawa acara.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua MGMP Informatika MA DIY, Fajar Rahmadi, dari MAN 2 Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru Informatika dalam merespons tantangan zaman, tidak hanya fokus pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.

Sesi inti forum diisi dengan pembahasan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam mata pelajaran Informatika yang disampaikan langsung oleh Fajar Rahmadi. Penguatan materi difokuskan pada pilar “Cinta terhadap Alam” melalui tema “Teknologi untuk Menjaga dan Melestarikan Alam”. Integrasi ini dirancang agar guru dapat memandu peserta didik memahami bahwa domain teknologi informasi dapat diselaraskan dengan tanggung jawab menjaga ekosistem.

Melalui arah kebijakan pembelajaran KBC ini, dirumuskan lima tujuan pembelajaran utama yang diharapkan dapat diterapkan oleh para pendidik di madrasah masing-masing:

  • Memahami hubungan antara perkembangan teknologi dan kelestarian lingkungan secara komprehensif.

  • Mengidentifikasi dampak positif maupun negatif dari penggunaan perangkat dan infrastruktur teknologi terhadap alam.

  • Menerapkan perilaku hemat energi serta efisiensi sumber daya dalam penggunaan perangkat digital sehari-hari.

  • Menggunakan teknologi digital sebagai sarana untuk mendukung kampanye dan aksi kepedulian lingkungan.

  • Mendorong peserta didik menghasilkan karya atau proyek Informatika yang berorientasi pada penyelesaian masalah lingkungan.

Materi pokok yang dibedah dalam musyawarah ini mencakup empat pilar utama. Pertama, Teknologi dan Lingkungan, yang mengulas peran teknologi dalam kehidupan, konsumsi energi perangkat komputer dan internet, emisi karbon digital, hingga penanganan limbah elektronik (e-waste). Kedua, Bijak Menggunakan Teknologi, yang menekankan budaya menghemat listrik saat operasional komputer, pengurangan penggunaan kertas melalui dokumen digital, memperpanjang usia pakai perangkat, serta pengelolaan sampah elektronik secara aman.

Pilar ketiga mengulas Teknologi untuk Pelestarian Alam, mencakup contoh nyata penerapan Informatika seperti aplikasi pemantauan kualitas udara, sistem informasi pengelolaan sampah, sensor Internet of Things (IoT) untuk kelembapan tanah, sistem penyiraman tanaman otomatis, pemetaan digital, dan kampanye lingkungan berbasis web. Pillar keempat, Data dan Lingkungan, membekali siswa keterampilan mengumpulkan data kondisi lingkungan, mengolahnya menggunakan spreadsheet, hingga menyajikan grafik dan kesimpulan berbasis data.

Sebagai bentuk implementasi riil di kelas, forum MGMP ini juga merumuskan contoh rancangan aktivitas pembelajaran berbasis proyek bertajuk “Sekolahku Hijau Berbasis Data”. Melalui proyek ini, peserta didik diajak melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan madrasah, mengumpulkan data fisik, lalu mengolahnya secara digital untuk menghasilkan rekomendasi aksi hijau bagi sekolah. Keikutsertaan delegasi MAN 2 Bantul dalam forum ini diharapkan mampu membawa penyegaran inovasi pembelajaran Informatika yang berwawasan lingkungan bagi para siswa. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top