Bantul (MAN 2 Bantul) – MAN 2 Bantul menerima kegiatan Pegadaian Mengajar yang mengangkat tema “Bahaya Pinjaman Online (Pinjol) dan Judi Online (Judol)” pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taawun MAN 2 Bantul tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas XII sebagai bagian dari edukasi literasi keuangan dan pembentukan karakter generasi muda yang cerdas dalam mengelola keuangan.
Kegiatan ini menghadirkan Eko Wahyu Subowo sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai risiko yang mengintai masyarakat, khususnya kalangan remaja, akibat maraknya praktik pinjaman online ilegal dan judi online yang semakin mudah diakses melalui perangkat digital.
Eko Wahyu Subowo mengawali materi dengan menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan baru. Salah satunya adalah semakin banyaknya platform pinjaman online ilegal dan situs judi online yang menyasar generasi muda melalui media sosial maupun aplikasi digital.
“Pinjaman online ilegal sering kali menawarkan proses yang cepat tanpa persyaratan yang jelas. Namun di balik kemudahan tersebut terdapat bunga yang tinggi, ancaman penyalahgunaan data pribadi, hingga tekanan psikologis akibat penagihan yang tidak sesuai aturan,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa judi online bukanlah jalan untuk memperoleh keuntungan. Justru sebaliknya, judi online dapat menimbulkan kecanduan, merusak kondisi ekonomi keluarga, mengganggu kesehatan mental, bahkan berpotensi memicu tindak kriminal. Oleh karena itu, para siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk menjauhi segala bentuk perjudian digital dan mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif.
Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya pinjol dan judol, Eko juga mengajak para siswa untuk mulai membangun kebiasaan menabung sejak dini. Salah satu alternatif investasi yang dikenalkan adalah tabungan emas melalui aplikasi TRING milik Pegadaian. Menurutnya, menabung emas dapat dilakukan dengan nominal yang terjangkau sehingga cocok bagi pelajar yang ingin belajar mengelola keuangan secara bijak.
Melalui aplikasi TRING, siswa dapat mulai menabung emas secara mudah, aman, dan praktis melalui telepon genggam. Kebiasaan menabung emas diharapkan mampu membentuk budaya hidup hemat sekaligus menjadi investasi jangka panjang yang bernilai.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka aktif menyimak materi serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara mengenali pinjaman online ilegal, dampak kecanduan judi online, hingga mekanisme membuka tabungan emas melalui aplikasi TRING.

Kegiatan Pegadaian Mengajar di MAN 2 Bantul menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar. Melalui edukasi ini, diharapkan siswa kelas XII MAN 2 Bantul semakin memahami pentingnya mengambil keputusan finansial yang bijaksana, mampu menghindari jebakan pinjaman online ilegal dan judi online, serta mulai membangun masa depan melalui kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak usia muda.
Pihak MAN 2 Bantul mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena memberikan bekal pengetahuan yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan digital saat ini. Harapannya, para siswa tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga menjadi generasi yang cakap finansial, berkarakter, dan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (Anti)






