Tak Banyak yang Tahu, Guru MAN 2 Bantul Peraih Anugerah GTK Guru Inspiratif Ini Juga Pengampu Karawitan di UGM

Bantul (MAN 2 Bantul) — Di balik sosok pendidik yang sehari-hari berdiri di depan kelas, tersimpan perjalanan panjang dalam menjaga dan menghidupkan budaya. Sosok tersebut adalah Riyadi Setyawan, guru Seni Budaya MAN 2 Bantul yang juga dikenal sebagai pengampu karawitan di Unit Kesenian Jawa gaya Surakarta di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Prestasi yang diraih dalam ajang Anugerah GTK Guru Inspiratif Kementerian Agama Kabupaten Bantul Tahun 2026 menjadi perhatian karena menghadirkan cerita yang berbeda dari gambaran umum tentang seorang guru masa kini. Di tengah dominasi teknologi dan perubahan pola belajar generasi muda, Riyadi memilih membawa nilai budaya tradisional ke ruang pendidikan modern.

Perjalanan tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Pengalaman mendampingi pembelajaran seni budaya di madrasah berpadu dengan keterlibatan aktif dalam pelestarian dan pengembangan karawitan menjadi fondasi pendekatan pendidikannya. Seni dipandang bukan sekadar keterampilan, tetapi media membangun karakter, ketekunan, kepekaan, dan identitas.

Di ruang kelas, pembelajaran tidak berhenti pada teori. Peserta didik diajak untuk memahami makna karya, proses penciptaan, hingga nilai yang hidup di balik setiap bentuk ekspresi budaya. Pendekatan itu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Sementara itu, keterlibatan dalam pengembangan karawitan Jawa gaya Surakarta di lingkungan UGM memperlihatkan bagaimana ruang akademik dan budaya dapat berjalan berdampingan. Tradisi tidak ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai sumber kreativitas yang tetap relevan untuk generasi sekarang.

Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa inspirasi dalam dunia pendidikan tidak selalu hadir dari inovasi digital atau teknologi terbaru. Kadang, inspirasi justru lahir dari keberanian menjaga akar budaya sambil membuka ruang bagi masa depan.

Bagi Riyadi, menjadi guru berarti lebih dari sekadar menyampaikan materi. Menjadi guru adalah menghadirkan pengalaman, menyalakan rasa, dan memastikan bahwa budaya tetap hidup melalui generasi yang akan datang.

Seni dan budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dipelajari, dirawat, dan diwariskan.

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top