Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi penilaian Program Adiwiyata yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Kepala Tata Usaha (TU) MAN 2 Bantul, Bahar, mengadakan koordinasi bersama Tim Kebersihan pada Rabu (3/6/2026) di Ruang Kepala Madrasah. Kegiatan tersebut didampingi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Madrasah Nurhayati, serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana R. Hardi Santosa.
Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya meraih hasil terbaik dalam penilaian Program Adiwiyata tahun 2026.
Kegiatan diikuti oleh Kepala TU MAN 2 Bantul yang baru mutasi dari MAN 1 Yogyakarta, petugas kebersihan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan kebersihan lingkungan, penataan taman, pengelolaan sampah, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung program Adiwiyata.
Dalam arahannya, Bahar menegaskan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata tidak hanya menjadi tanggung jawab satu tim, melainkan memerlukan sinergi dan partisipasi aktif seluruh warga madrasah.
“Persiapan menghadapi Adiwiyata 2026 harus dilakukan secara maksimal. Kebersihan lingkungan, kerapian taman, serta pengelolaan sampah yang baik merupakan bagian penting yang akan menjadi perhatian dalam penilaian. Karena itu, kerja sama seluruh warga madrasah sangat diperlukan,” ujar Bahar.
Pada kesempatan yang sama, Plh. Kepala MAN 2 Bantul, Nurhayati, mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh warga madrasah dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, Program Adiwiyata merupakan sarana untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan formal yang berlandaskan empat komponen utama.
“Program Adiwiyata mencakup kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan. Keempat komponen ini harus menjadi perhatian bersama agar dapat diterapkan secara optimal di lingkungan madrasah,” jelas Nurhayati.
Sementara itu, Tim Kebersihan menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai kegiatan rutin, seperti penyapuan area madrasah, pemeliharaan taman, perawatan tanaman, serta pengelolaan sampah organik dan anorganik secara terpisah.
Hasil koordinasi juga menghasilkan pembagian tugas yang lebih terstruktur bagi setiap petugas sehingga seluruh area madrasah dapat terpantau dan terawat dengan baik. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, asri, dan mendukung proses pendidikan.
Dengan adanya koordinasi ini, MAN 2 Bantul semakin optimis menghadapi penilaian Program Adiwiyata pada Agustus 2026. Semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen seluruh warga madrasah diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan MAN 2 Bantul sebagai madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan. (hrd)






