Gas Skill! Siswa Otomotif MAN 2 Bantul Dalami Suspensi Motor Modern

Bantul (MAN 2 Bantul) — Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran vokasi, siswa kelas X jurusan Otomotif MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan praktik mengenai sistem suspensi telescopic pada roda depan sepeda motor. Kegiatan ini dilaksanakan di Bengkel Otomotif MAN 2 Bantul pada jam pelajaran ke-7 hingga ke-11 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis keterampilan.

Praktik dipandu langsung oleh guru pengampu, Purwosusilo, yang secara aktif memberikan bimbingan, arahan, serta evaluasi selama kegiatan berlangsung. Pembelajaran ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa terkait sistem suspensi, khususnya jenis telescopic yang umum digunakan pada sepeda motor modern.

Sebelum praktik dimulai, siswa mendapatkan penjelasan materi mengenai prinsip kerja suspensi, fungsi setiap komponen seperti fork tube, pegas, oli shock, serta seal, hingga prosedur kerja yang sesuai standar keselamatan kerja (K3). Setelah itu, siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktik secara kolaboratif.

Pada tahap kelompok, siswa melakukan pembongkaran sistem suspensi, mengidentifikasi kondisi komponen, serta mendiskusikan fungsi masing-masing bagian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik individu, di mana setiap siswa mengulang proses pembongkaran hingga perakitan secara mandiri untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan.

Dalam praktik ini, siswa memanfaatkan peralatan bengkel standar industri, unit suspensi modern, serta media visual pendukung agar pembelajaran lebih kontekstual. Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak aktif, antusias, dan saling bekerja sama.

Salah satu siswa mengungkapkan bahwa praktik langsung sangat membantu dalam memahami materi secara nyata. “Dengan praktik langsung, kami jadi lebih mudah memahami materi dan tahu cara kerja suspensi secara nyata,”ujar Ahmad.

Sementara itu, Drs. Purwosusilo menambahkan bahwa pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman yang tidak tergantikan oleh teori semata.
Melalui praktik langsung, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terampil dalam bekerja. Ini penting agar mereka memiliki kesiapan mental dan teknis ketika terjun ke dunia industri otomotif,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan agar siswa semakin percaya diri dan profesional dalam bidangnya.
Kami ingin lulusan MAN 2 Bantul benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin terampil dan kompeten dalam bidang otomotif serta siap bersaing di dunia industri. (pur)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top