Bantul (MAN 2 Bantul) — Program Jumat Bertasbih di MAN 2 Bantul kembali dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026) dengan kegiatan pembuatan dan pemasangan biopori di beberapa titik lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan resapan air di area madrasah.
Kegiatan dipimpin langsung oleh R. Hardi Santoso selaku Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus inovator Program Jumat Bertasbih. Guru, tenaga kependidikan, serta siswa turut terlibat aktif dalam proses pembuatan lubang biopori hingga pemasangannya di lokasi yang telah ditentukan.
R. Hardi Santoso menjelaskan bahwa program pembuatan biopori bertujuan untuk meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan air yang lebih baik di lingkungan sekolah.
“Biopori memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu penyerapan air saat hujan, mengurangi genangan, serta dapat dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik. Melalui kegiatan Jumat Bertasbih ini kami ingin membangun budaya peduli lingkungan di kalangan warga madrasah,” ungkap Hardi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan positif yang terus dikembangkan di MAN 2 Bantul agar siswa tidak hanya memahami teori tentang lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga kelestarian alam.
Program Jumat Bertasbih sendiri merupakan salah satu kegiatan rutin di MAN 2 Bantul yang diisi dengan berbagai aktivitas positif, mulai dari kegiatan keagamaan, kebersihan lingkungan, hingga program pelestarian lingkungan hidup. Dengan adanya kegiatan pembuatan biopori ini, diharapkan lingkungan madrasah menjadi lebih hijau, bersih, dan ramah lingkungan. (hrd)






