Bantul (MAN 2 Bantul) — Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, aktif berkontribusi dalam sidang Komisi 2 bidang Digitalisasi Madrasah pada kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY yang berlangsung pada 6–7 April 2026 di MAN 1 Yogyakarta.
Dalam sidang Komisi 2 yang dipandu oleh penanggung jawab Busyroni Majid dari MTsN 5 Sleman, salah satu fokus utama pembahasan adalah pengembangan Big Data Madrasah sebagai fondasi penguatan tata kelola pendidikan berbasis digital.
Big Data Madrasah yang dirancang tidak hanya sekadar penyimpanan data, tetapi menjadi sistem terintegrasi yang memuat berbagai aspek penting dalam pengelolaan madrasah, di antaranya:
- Data prestasi siswa, mulai dari tingkat internasional, nasional, hingga regional.
- Data kelanjutan studi, seperti jalur SNBP, SNBT, mandiri, dan lainnya.
- Data PMBM (Penerimaan Murid Baru Madrasah).
- Data guru dan tenaga kependidikan.
- Data siswa secara menyeluruh.
- Jurnal Mengajar Digital (JMD) untuk mendukung pembelajaran, yang juga dapat diakses oleh pengawas madrasah DIY.
- Data pendukung lainnya yang relevan dengan pengembangan madrasah.
Melalui sistem ini, diharapkan seluruh informasi penting dapat terintegrasi secara rapi, akurat, dan mudah diakses untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa pengembangan Big Data menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Big Data Madrasah akan menjadi pusat data yang sangat penting dalam pengelolaan madrasah. Dengan data yang terintegrasi, kita bisa merancang program yang lebih tepat, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa MAN 2 Bantul siap mengadopsi dan mengembangkan sistem Big Data tersebut sebagai bagian dari transformasi digital madrasah yang berkelanjutan.
Dengan pembahasan yang komprehensif dalam Komisi 2 ini, diharapkan digitalisasi madrasah di DIY semakin kuat, khususnya dalam pemanfaatan Big Data sebagai dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu pendidikan. (ith)






