Bantul (MAN 2 Bantul) — Guru MAN 2 Bantul, Puji Lestari, mengikuti Coaching Bimbingan Teknis Penggerak Ekoteologi yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Orientasi Penggerak Ekoteologi yang telah dilaksanakan pada Juni 2026.
Puji mengikuti coaching secara bersama-sama dengan anggota Tim Penggerak Ekoteologi Kementerian Agama Kabupaten Bantul di ruang rapat Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Keikutsertaan dari satu lokasi tersebut memudahkan koordinasi dan penyelarasan program ekoteologi yang telah direncanakan.
Pelaksanaan coaching dibagi menjadi dua tahap. Coaching tahap pertama berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB dan diikuti seluruh peserta secara bersama-sama. Pada tahap ini, peserta memperoleh pendampingan dan penguatan materi dari beberapa widyaiswara BDK Semarang.
Selanjutnya, coaching tahap kedua dilaksanakan pukul 09.00–11.00 WIB dengan membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil. Pembagian tersebut bertujuan agar pendampingan berjalan lebih intensif serta memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan perkembangan program, kendala, dan kebutuhan penguatan di instansi masing-masing.
Puji tergabung dalam Kelompok 1 yang beranggotakan peserta dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Coaching Kelompok 1 dipandu oleh Dr. Hj. Amiroh Ambarwati, S.Pd., M.A.
Dalam sesi kelompok, Tim Penggerak Ekoteologi Kankemenag Bantul menyampaikan perkembangan program unggulan GRASI MANTUL atau Gerakan Lingkungan Asri Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Program tersebut mendorong keterlibatan madrasah dan KUA dalam berbagai aksi peduli lingkungan.
Kegiatan dalam GRASI MANTUL antara lain penanaman dan pembagian bibit, pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan tumbler, pemilahan dan pengolahan sampah, penghematan kertas, air, dan energi, serta penguatan peran Duta Ekoteologi. Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang menghubungkan aksi lingkungan di seluruh satuan kerja Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Selain berkontribusi dalam GRASI MANTUL, Puji juga menyampaikan perkembangan program ekoteologi di MAN 2 Bantul bertajuk GIZEROTARA. Program ini merupakan kependekan dari Gerakan Gizi, Zero Waste, Tanam Sayuran, dan Sansevieria Ramah Lingkungan MAN 2 Bantul.
GIZEROTARA dikembangkan sebagai perluasan Program GIZERO Canteen dengan mengintegrasikan kantin sehat, pengurangan dan pengolahan sampah, ketahanan pangan, serta penghijauan lingkungan madrasah. Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi GRASI MANTUL di lingkungan MAN 2 Bantul.
Berbagai kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan meliputi edukasi makanan bergizi, penerapan label menu kantin berwarna hijau, kuning, dan merah, kampanye membawa tumbler, pengurangan plastik sekali pakai, serta pemilahan sampah. Sampah organik juga diolah melalui ecoenzim, komposter, ember tumpuk, LOSIDA, dan biopori. Program kemudian diperkuat dengan pemanfaatan galon bekas sebagai pot untuk menanam sayuran dan sansevieria.
Pada coaching tahap kedua, pembahasan diarahkan pada kesesuaian antara rencana kegiatan, target waktu, penanggung jawab, indikator keberhasilan, dan bukti fisik yang harus disiapkan. Peserta juga memperoleh masukan mengenai monitoring keterlibatan warga, pengukuran dampak, dokumentasi kondisi sebelum dan sesudah program, serta penyusunan rencana tindak lanjut.
Puji menyampaikan bahwa coaching membantu tim mengevaluasi kekuatan program sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih perlu disempurnakan.
“Melalui coaching ini, kami memperoleh masukan untuk memperjelas indikator, melengkapi bukti kegiatan, dan menyempurnakan instrumen monitoring. Harapannya, GRASI MANTUL dan GIZEROTARA tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan yang konsisten dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Setelah mengikuti coaching, Tim Penggerak Ekoteologi Kankemenag Bantul akan memperkuat monitoring pelaksanaan GRASI MANTUL. Sementara itu, Tim GIZEROTARA MAN 2 Bantul akan melanjutkan pencatatan data, monitoring kantin, pemeliharaan tanaman, pengolahan sampah organik, serta pelibatan Kader Gizi dan Kader Lingkungan.
Melalui GRASI MANTUL dan GIZEROTARA, MAN 2 Bantul berupaya menghadirkan nilai-nilai ekoteologi dalam tindakan nyata sehari-hari dengan semangat, “Sehat Gizinya, Minim Sampahnya, Hijau Madrasahnya.” (pjl)






