Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menunjukkan komitmen nyata dalam tata kelola sarana prasarana yang efektif dan efisien. Guna mengoptimalkan penggunaan aset negara, madrasah ini melakukan langkah inovatif dengan memperbaiki (servis) kembali berbagai Barang Milik Negara (BMN) yang sudah rusak atau dinilai tidak layak pakai agar dapat digunakan kembali secara maksimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dalam merawat aset negara sekaligus menyiasati keterbatasan anggaran pengadaan barang baru. Melalui pemeriksaan berkas inventaris, tim pengelola sarana dan prasarana (sarpras) MAN 2 Bantul memilah barang-barang BMN seperti mebeler (meja, kursi) hingga fasilitas kelas yang mengalami kerusakan untuk masuk tahap perbaikan.
Kepala MAN 2 Bantul menegaskan bahwa pemanfaatan kembali BMN melalui jalur perbaikan ini merupakan bagian dari gerakan efisiensi dan peduli lingkungan. “Barang-barang yang sekiranya masih memiliki nilai kemanfaatan dan bisa diperbaiki, kami maksimalkan lewat servis berkala. Daripada dibiarkan menumpuk di gudang atau langsung diajukan penghapusan, mengoptimalkan yang ada jauh lebih efisien untuk saat ini,” ujar Nur Hasanah.

Proses servis ini melibatkan teknisi ahli guna memastikan bahwa barang yang telah diperbaiki tetap memenuhi standar keamanan dan kenyamanan saat digunakan oleh para siswa maupun guru. Beberapa barang yang berhasil direvitalisasi antara lain puluhan kursi dan meja belajar siswa.
Dengan adanya program pemeliharaan dan servis BMN yang tidak layak pakai ini, MAN 2 Bantul berhasil menghemat anggaran belanja modal negara sekaligus menanamkan karakter kepada seluruh warga madrasah untuk selalu menjaga, merawat, dan menghargai fasilitas publik yang ada. (bhr)






