Mahasiswa IIQ An Nur Teliti Peningkatan Kesadaran Ekoteologi di MAN 2 Bantul Melalui Program Adiwiyata

Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul kembali menjadi lokasi penelitian mahasiswa dalam bidang pendidikan berbasis lingkungan. Mahasiswi dari IIQ An Nur, Litadewi, melakukan penelitian berjudul “Implementasi Program Adiwiyata dalam Meningkatkan Kesadaran Ekoteologi Islam di MAN 2 Bantul.”

Untuk menggali data, Litadewi melakukan wawancara mendalam dengan Puji Lestari, anggota Tim Adiwiyata MAN 2 Bantul, yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia pada Senin (4/5/26). Dalam wawancara tersebut, dibahas berbagai aspek penting seperti visi dan misi Adiwiyata, struktur Pokja Adiwiyata, keberadaan kader Adiwiyata, serta program kerja yang telah dijalankan dan kendala yang dihadapi.

Penelitian ini berfokus pada tingkat kesadaran siswa serta seluruh warga madrasah terhadap program Adiwiyata yang telah dijalankan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pengalaman Litadewi saat melaksanakan PPL pada bulan Agustus–September 2025. Saat itu, kondisi lingkungan madrasah dinilai masih perlu penguatan, baik dari sisi kebersihan, penghijauan, maupun budaya peduli lingkungan.

Namun, ketika kembali melakukan penelitian pada tahun 2026, Litadewi melihat adanya perubahan yang cukup signifikan. Lingkungan madrasah tampak lebih bersih, tertata, dan hijau. Budaya menjaga kebersihan juga mulai tumbuh di kalangan siswa dan seluruh warga madrasah.

Perubahan ini menarik untuk diteliti lebih dalam, khususnya bagaimana program Adiwiyata mampu membangun kesadaran ekologis yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dalam perspektif Islam,” ungkap Litadewi.

Puji Lestari menjelaskan bahwa program Adiwiyata di MAN 2 Bantul tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran berbasis nilai-nilai ekoteologi Islam.

Kesadaran yang dibangun tidak hanya sebatas menjaga lingkungan karena aturan, tetapi karena dorongan iman bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” jelasnya.

Peran kader Adiwiyata juga menjadi sorotan dalam penelitian ini. Kader tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak dan teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan di madrasah.

Berbagai program seperti pengelolaan sampah, penghijauan, kampanye pengurangan plastik, serta integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran menjadi faktor pendukung meningkatnya kesadaran warga madrasah.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat tergambar secara jelas bahwa implementasi program Adiwiyata mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran ekoteologi Islam, baik pada siswa maupun seluruh warga madrasah. MAN 2 Bantul pun semakin menunjukkan perannya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam membangun karakter peduli lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman.(pjl)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top