Bantul (MAN 2 Bantul) — Dunia literasi di MAN 2 Bantul kembali menunjukkan geliat yang membanggakan melalui kegiatan Ledakan Literasi Karya Guru yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas Yusk Menulis. Kegiatan ini mengangkat tema “Aksara Cinta Ramadan” dan turut melibatkan langsung Menteri Agama RI periode 2024–2029, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi nasional berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Karya yang diluncurkan dalam kegiatan ini berupa kumpulan puisi yang ditulis oleh para guru MAN 2 Bantul sebagai wujud ekspresi, refleksi, dan penghayatan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Empat guru yang turut berkontribusi dalam karya tersebut adalah Indah Murdaningrum (Guru Ekonomi), Sapti Wahyuni (Guru Matematika), Riyadi Setyawan (Guru Seni Budaya), dan Sumardiasih (Guru Bahasa Indonesia).
Sebagai bentuk tindak lanjut, pada Selasa (14/4/2026) keempat guru tersebut menyerahkan piala penghargaan sekaligus buku karya mereka kepada Kepala Perpustakaan MAN 2 Bantul, Tujilah, untuk menambah khazanah literasi di Perpustakaan Mutiara Ilmu.
Tujilah menyampaikan apresiasi tinggi atas lahirnya karya sastra tersebut. Ia menilai bahwa kumpulan puisi ini tidak hanya memperkaya koleksi perpustakaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik dan warga madrasah. “Karya ini sangat luar biasa karena lahir dari para pendidik yang setiap hari bersentuhan langsung dengan siswa. Puisi-puisi ini sarat makna, penuh nilai spiritual, dan sangat relevan dengan kehidupan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, juga memberikan apresiasi dan kebanggaan atas keterlibatan para guru dalam gerakan literasi nasional ini. Menurutnya, karya tersebut menjadi bukti nyata bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai kreator yang mampu memberikan teladan dalam berkarya. “Kami sangat bangga. Ini menunjukkan bahwa guru MAN 2 Bantul memiliki semangat literasi yang tinggi dan mampu berkontribusi dalam karya yang bernilai nasional,” ujarnya.
Beliau juga berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya di lingkungan madrasah. “Semoga gerakan literasi ini semakin berkembang, menginspirasi siswa, dan menjadikan MAN 2 Bantul sebagai madrasah yang unggul dalam karya dan prestasi,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, MAN 2 Bantul semakin meneguhkan posisinya sebagai madrasah yang aktif dalam gerakan literasi nasional, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya karya-karya inspiratif dari para pendidik yang bermakna bagi dunia pendidikan. (rys)






