Bantul (MAN 2 Bantul) – Wujud kepedulian terhadap pengembangan sarana ibadah sekaligus ungkapan kasih sayang kepada orang tua ditunjukkan oleh Siti Nuraini melalui pemberian infak untuk Masjid At-Taawun MAN 2 Bantul. Infak tersebut diberikan atas nama almarhumah ibu kandungnya, Mursiyah Siswo Atmdja, sebagai bentuk bakti dan doa bagi sang ibunda yang telah berpulang pada Senin (12/10/2026).
Pemberian infak ini menjadi bentuk kepedulian yang penuh makna. Selain mendukung keberlangsungan kegiatan ibadah di Masjid At-Taawun MAN 2 Bantul, infak tersebut juga mencerminkan nilai-nilai kebaikan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap kehidupan keagamaan di lingkungan madrasah.
Masjid At-Taawun merupakan salah satu sarana penting bagi keluarga besar MAN 2 Bantul dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk menunaikan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter religius, pembiasaan ibadah, serta penguatan nilai-nilai akhlak mulia bagi para siswa.
Keberadaan masjid di lingkungan madrasah memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan yang seimbang antara pengetahuan dan pembentukan karakter. Melalui berbagai kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Infak yang diberikan Siti Nuraini atas nama almarhumah Mursiyah Siswo Atmdja menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan fungsi masjid tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemeliharaan maupun pengembangan sarana ibadah, sehingga Masjid At-Taawun semakin nyaman digunakan oleh seluruh warga madrasah.
Dalam ajaran Islam, infak merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang dianjurkan. Harta yang disalurkan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat diharapkan membawa manfaat bagi penerimanya sekaligus menjadi jalan untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Terlebih, ketika kebaikan tersebut diniatkan sebagai doa bagi orang tua yang telah meninggal dunia, tindakan ini mencerminkan kasih sayang yang tetap terpelihara melalui doa dan amal kebajikan.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa bakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka telah tiada. Anak dapat terus menunjukkan rasa cinta melalui doa, menjaga silaturahmi dengan keluarga, serta melakukan berbagai amal kebaikan dengan niat yang tulus. Infak untuk sarana ibadah menjadi salah satu ikhtiar yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Keluarga besar MAN 2 Bantul diharapkan dapat mengambil hikmah dari kepedulian tersebut. Semangat berbagi dan membantu pengembangan fasilitas ibadah perlu terus ditumbuhkan agar tercipta lingkungan madrasah yang religius, harmonis, dan penuh kebersamaan.
Melalui pemberian infak ini, Siti Nuraini turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan keagamaan di Masjid At-Taawun MAN 2 Bantul. Semoga infak yang diberikan membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi para jamaah, serta menjadi amal kebaikan yang diterima Allah Swt.
Semoga almarhumah Mursiyah Siswo Atmdja mendapatkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah Swt. Semoga pula ketulusan Siti Nuraini dalam berbagi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, menghormati jasa orang tua, dan mendukung kemakmuran masjid sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat. (TN)






