Bantul (MAN 2 Bantul) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 1 hari kedua di MAN 2 Bantul, Selasa (27/10/2026), mengalami kendala teknis pada sesi pertama mata pelajaran Bahasa Inggris. Gangguan sistem yang berasal dari pusat menyebabkan sebagian peserta tidak dapat masuk dan mengerjakan soal sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dari peserta sesi pertama, dua murid, yaitu Ahmad Lutfi dan Asyfatun Maysaroh, berhasil masuk ke sistem dan mengerjakan soal TKA Bahasa Inggris. Sementara itu, peserta yang mengalami kendala dijadwalkan mengikuti ujian susulan pada 16–19 November 2026 sesuai jadwal yang ditetapkan.
Kondisi tersebut mendorong panitia melakukan penyesuaian waktu pelaksanaan sesi kedua. Jadwal ujian diundur satu jam untuk memberikan kesempatan perbaikan teknis. Sesi kedua akhirnya dimulai pukul 10.20 hingga 12.30 WIB di Laboratorium Komputer MAN 2 Bantul. Setelah penyesuaian dilakukan, pelaksanaan sesi kedua berlangsung lancar.
Proktor MAN 2 Bantul, Teguh Santoso, berperan dalam pemantauan dan penanganan teknis selama pelaksanaan ujian. Koordinasi dilakukan untuk memastikan sistem dapat kembali digunakan dan peserta sesi kedua dapat mengikuti tes dengan baik.
“Ketika kendala terjadi pada sesi pertama, kami melakukan pengecekan dan koordinasi untuk mengetahui kondisi sistem serta mengikuti langkah penanganan yang diperlukan. Setelah dilakukan penyesuaian, sesi kedua dapat dimulai pukul 10.20 WIB dan pelaksanaannya berjalan lancar,” ujar Teguh Santoso.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa madrasah berupaya memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan kesempatan mengikuti TKA meskipun terdapat kendala teknis.
“Kami memahami bahwa kendala teknis dapat menimbulkan kekhawatiran bagi murid. Madrasah berupaya melakukan koordinasi dan mengikuti ketentuan yang berlaku agar peserta yang terdampak tetap memperoleh kesempatan mengikuti ujian susulan. Kami berharap murid tetap tenang dan mempersiapkan diri dengan baik,” ungkapnya.
Salah seorang peserta sesi pertama, Dyah Ayu, turut mengalami kendala dalam mengakses ujian. Ia berharap pelaksanaan susulan dapat berjalan lancar sehingga dirinya dan peserta lain yang terdampak dapat menyelesaikan TKA.
“Awalnya saya merasa khawatir karena tidak bisa mengakses soal seperti yang diharapkan. Saya berharap saat ujian susulan nanti sistem berjalan lancar sehingga kami bisa mengerjakan soal dengan tenang dan memperoleh hasil yang maksimal,” ujar Dyah.
Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi pentingnya kesiapan sistem dan koordinasi dalam pelaksanaan asesmen berbasis komputer. MAN 2 Bantul berharap pelaksanaan TKA berikutnya berjalan lancar dan seluruh murid dapat mengikuti ujian dengan tertib serta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan akademiknya. (ftr)






