Bantul (MAN 2 Bantul) – Tiga guru Bahasa Indonesia MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan penguatan kompetensi bertema Growth Mindset bersama 40 guru Bahasa Indonesia SMA/MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan di Ruang PSBB MAN 3 Sleman pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00ā11.30 WIB tersebut menghadirkan Purwati Zisca Diana sebagai narasumber.
Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk memperkaya wawasan mengenai strategi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Melalui konsep growth mindset, guru didorong untuk membangun budaya belajar yang menekankan bahwa kemampuan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, melainkan dapat terus berkembang melalui latihan, pengalaman, dan kemauan untuk belajar.
Dalam paparannya, Purwati Zisca Diana menjelaskan bahwa growth mindset sangat relevan diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pola pikir ini berpijak pada keyakinan bahwa pengetahuan dan keterampilan dapat ditingkatkan melalui proses belajar yang berkesinambungan. Sebaliknya, fixed mindset yang menganggap kemampuan sebagai bawaan sejak lahir cenderung membuat seseorang kurang berani menghadapi tantangan dan mudah menyerah ketika mengalami kesulitan.
Lebih lanjut, narasumber menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang memberi ruang kepada peserta didik untuk terus berkembang. Salah satunya melalui pengaturan penggunaan gawai secara bijaksana sehingga siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengeksplorasi ide, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis selama proses pembelajaran berlangsung.
Untuk mewujudkan pembelajaran yang berlandaskan growth mindset, pemateri memperkenalkan tujuh strategi yang dapat diterapkan guru di kelas. Strategi tersebut meliputi menormalisasi kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, memberikan umpan balik formatif yang membangun, menghadirkan tantangan belajar secara bertahap, memberikan apresiasi terhadap proses belajar, membangun pembelajaran kolaboratif melalui umpan balik antarteman, membiasakan refleksi melalui jurnal belajar, serta menghadirkan guru sebagai teladan yang terus belajar dan berkembang.
Selain strategi pembelajaran, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai asesmen yang mendukung perkembangan peserta didik. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mengapresiasi proses melalui asesmen formatif berkelanjutan, penyusunan portofolio, penggunaan rubrik berbasis perkembangan, pemberian umpan balik deskriptif, serta pelaksanaan self-assessment. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik dalam mengembangkan kompetensinya.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati mengapresiasi keikutsertaan guru-guru MAN 2 Bantul dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
“Kami meyakini bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk berkembang apabila didampingi dengan pendekatan pembelajaran yang tepat. Semangat growth mindset mengajarkan bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh bakat semata, tetapi juga oleh proses, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Oleh karena itu, kami mendorong guru-guru MAN 2 Bantul untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inspiratif, menyenangkan, dan berpusat pada perkembangan peserta didik,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu dan praktik baik yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas serta dibagikan kepada rekan sejawat melalui forum berbagi praktik baik di madrasah. Dengan demikian, budaya belajar yang positif akan tumbuh dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 2 Bantul.
Keikutsertaan guru MAN 2 Bantul dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen madrasah untuk terus mengembangkan profesionalisme pendidik sekaligus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui penerapan growth mindset, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan literasi yang baik, tetapi juga berkarakter tangguh, percaya diri, pantang menyerah, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (Yn)






