Bantul (MAN 2 Bantul) — Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas X F MAN 2 Bantul berlangsung aktif dan menyenangkan pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pukul 10.10–11.25 WIB tersebut diisi dengan Penilaian Harian Bab 1 “Kebudayaan Masyarakat Arab Sebelum Islam” menggunakan platform digital Quizizz.
Guru SKI kelas X F, Khuzaifah, memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan suasana penilaian yang lebih interaktif. Penggunaan Quizizz menjadi salah satu upaya untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman evaluasi yang berbeda bagi peserta didik.
Sebelum penilaian dimulai, siswa diarahkan untuk mempersiapkan perangkat dan mengikuti petunjuk pengerjaan. Khuzaifah juga memberikan penguatan singkat terkait materi yang telah dipelajari pada Bab 1. Materi tersebut membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat Arab sebelum datangnya Islam, termasuk kondisi sosial, budaya, kepercayaan, serta tradisi yang berkembang di Jazirah Arab.
Dalam pelaksanaan penilaian, siswa mengerjakan soal melalui Quizizz secara mandiri. Tampilan digital yang interaktif membuat kegiatan evaluasi terasa lebih menarik. Siswa dapat mengetahui perkembangan pengerjaan secara langsung sehingga mendorong mereka untuk lebih fokus dan bersemangat menyelesaikan setiap soal.
Salah satu siswa kelas X F, Haris, tampak antusias mengikuti kegiatan. Ia bersama teman-temannya berusaha menjawab soal dengan cermat berdasarkan pemahaman yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. “Saya lebih semangat mengerjakan penilaian menggunakan Quizizz karena tampilannya menarik dan membuat suasana tidak tegang. Kita juga bisa langsung mengetahui hasil pengerjaan,” ungkap Haris.
Khuzaifah menyampaikan bahwa pemanfaatan Quizizz bukan semata-mata untuk membuat penilaian lebih menyenangkan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakter peserta didik di era digital. “Penilaian melalui Quizizz membantu siswa lebih antusias. Bagi guru, platform ini juga dapat menjadi sarana untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari,” jelas Khuzaifah.
Menurutnya, pembelajaran SKI perlu terus dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada hafalan sejarah, tetapi juga mampu mengajak siswa memahami nilai dan pesan yang terkandung dalam perjalanan sejarah Islam. Teknologi digital dapat menjadi salah satu media pendukung untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan menyenangkan.
Pelaksanaan penilaian berlangsung tertib hingga seluruh siswa menyelesaikan soal. Antusiasme peserta didik menjadi salah satu indikator positif bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan Khuzaifah. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di madrasah. “Kami mengapresiasi kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi seperti Quizizz. Pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan motivasi siswa sekaligus membantu guru melakukan evaluasi secara efektif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, MAN 2 Bantul terus mendorong pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan penilaian harian SKI kelas X F menjadi salah satu contoh bahwa evaluasi pembelajaran dapat dikemas secara interaktif tanpa mengurangi substansi materi.
Dengan semangat belajar dan pemanfaatan teknologi yang tepat, siswa diharapkan semakin memahami sejarah kebudayaan Islam sekaligus memiliki keterampilan digital yang bermanfaat bagi proses pembelajaran mereka. (khz)






