Bantul (MAN 2 Bantul) – Semangat berwirausaha ditunjukkan oleh Naila dan Nabila, siswa kelas X A program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) MAN 2 Bantul, melalui kegiatan berjualan produk olahan pangan hasil masakan mereka sendiri. Produk yang ditawarkan berupa lumpia cokelat Ā ubi ungu. Dengan penuh semangat, keduanya menawarkan hasil masakan tersebut kepada para guru di lingkungan madrasah pada Senin (19/10/2026)
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan pengolahan pangan, serta jiwa kewirausahaan sejak dini. Tidak hanya belajar membuat produk makanan, Naila dan Nabila juga memperoleh pengalaman dalam mempromosikan hasil olahan mereka secara langsung kepada calon pembeli.
Lumpia cokelat dan olahan ubi ungu menjadi pilihan produk yang mereka tawarkan. Kedua produk tersebut menunjukkan kreativitas siswa dalam mengolah bahan pangan menjadi makanan yang menarik dan memiliki nilai jual. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar bahwa keterampilan memasak tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Dalam kegiatan berjualan tersebut, Naila dan Nabila berusaha memperkenalkan produk mereka kepada para guru. Mereka belajar menyampaikan penawaran dengan sopan, menjelaskan produk yang dijual, serta membangun komunikasi yang baik dengan calon pembeli. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi.
Bagi siswa APHP, pengalaman mempromosikan produk secara langsung memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Kompetensi yang dipelajari tidak berhenti pada proses memilih bahan, mengolah makanan, dan menyajikan produk. Siswa juga perlu memahami cara memperkenalkan produk, menarik minat konsumen, serta menjaga kualitas makanan agar dapat diterima oleh masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana ini, Naila dan Nabila belajar mengenal proses kewirausahaan secara lebih nyata. Mereka dapat memahami bahwa menjalankan usaha membutuhkan kreativitas, ketekunan, keberanian untuk mencoba, serta kemampuan melihat peluang. Interaksi dengan para guru juga memberikan pengalaman tentang pentingnya pelayanan yang ramah dan sikap santun ketika menawarkan barang dagangan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran APHP yang membekali siswa dengan keterampilan mengolah hasil pertanian menjadi produk pangan yang bernilai tambah. Ubi ungu, misalnya, dapat dikembangkan menjadi beragam olahan makanan yang menarik. Sementara itu, lumpia cokelat menjadi salah satu contoh camilan yang dapat dikreasikan dengan cita rasa yang disukai berbagai kalangan.
Selain mengembangkan keterampilan teknis, kegiatan berjualan juga mengajarkan siswa tentang kemandirian dan tanggung jawab. Siswa belajar menghargai proses pembuatan produk, memahami pentingnya kebersihan, serta memperhatikan kualitas dan penyajian makanan sebelum ditawarkan kepada konsumen.
Pengalaman Naila dan Nabila diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkreasi dan berani mencoba peluang usaha. Dengan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh di madrasah, siswa dapat mulai mengenal dunia bisnis dari langkah-langkah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan promosi produk olahan pangan ini, MAN 2 Bantul turut mendorong tumbuhnya semangat entrepreneur di kalangan peserta didik. Pembelajaran yang menghubungkan keterampilan praktik dengan pengalaman berjualan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, percaya diri, dan siap mengembangkan potensi diri di bidang kewirausahaan, khususnya dalam usaha pengolahan pangan. (TN)






