Apresiasi Budaya Literasi, Perpustakaan Mutiara Ilmu MAN 2 Bantul Beri Penghargaan untuk 5 Siswa Teraktif

Bantul (MAN 2 Bantul) – Perpustakaan Mutiara Ilmu MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda. Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap antusiasme literasi para siswa, pihak madrasah secara resmi menganugerahkan penghargaan Reward Pengunjung Teraktif kepada lima orang siswa berprestasi. Prosesi penyerahan penghargaan ini berlangsung dengan khidmat di tengah pelaksanaan upacara bendera.

Acara seremonial tersebut digelar secara langsung di halaman upacara MAN 2 Bantul pada Senin (13/7/2026). Momentum ini disaksikan oleh seluruh guru, pegawai, serta ratusan siswa-siswi yang memadati lapangan. Kehadiran penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sang penerima, tetapi juga mampu menjadi pemantik motivasi bagi siswa lain agar lebih gemar mengunjungi perpustakaan dan membaca buku.

Penghargaan bergengsi tingkat madrasah ini diberikan langsung kepada lima siswa yang tercatat memiliki dedikasi luar biasa dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Kelima siswa yang berhasil meraih predikat sebagai pengunjung teraktif tersebut adalah Yasmin, Tsabbita Nurmala Sari, Muhamad Ikhsan Hanafi, Irfan Rusdianto, dan Sofwan Abdulloh Badiujaman.

Sorak tepuk tangan dari peserta upacara menggema saat nama kelima siswa tersebut dipanggil satu per satu untuk maju ke depan mimbar. Wajah-wajah bahagia dan bangga terpancar dari para pemenang saat mereka menerima sertifikat penghargaan beserta bingkiah khusus yang telah disiapkan oleh pihak pengelola perpustakaan.

Tujilah, selaku Kepala Perpustakaan Mutiara Ilmu MAN 2 Bantul, menjelaskan bahwa pemilihan kelima pemenang ini tidak dilakukan secara sembarangan. Pihak perpustakaan menerapkan standar penilaian yang ketat, objektif, dan berbasis data digital yang transparan.

Lima siswa yang menerima penghargaan hari ini dipilih murni berdasarkan data kunjungan riil yang tercatat secara valid dalam sistem administrasi digital Perpustakaan Mutiara Ilmu. Kami melakukan penilaian secara objektif dengan mempertimbangkan intensitas serta konsistensi kunjungan mereka selama periode waktu tertentu,” ujar Tujilah saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Tujilah menambahkan bahwa kriteria penilaian tidak hanya dilihat dari seberapa sering siswa menginjakkan kaki di ruang perpustakaan. Aspek substansial lainnya juga menjadi poin tambahan yang sangat krusial. Selain rajin berkunjung, para siswa yang terpilih ini dinilai sangat aktif dalam memanfaatkan koleksi buku yang tersedia. Mereka memanfaatkan buku-buku tersebut, baik sebagai referensi utama untuk menunjang pembelajaran di dalam kelas, maupun sebagai sarana untuk memperluas cakrawala pengetahuan di luar mata pelajaran wajib.

Pemberian reward ini merupakan salah satu program strategis Perpustakaan Mutiara Ilmu MAN 2 Bantul dalam mengampanyekan gerakan literasi sekolah. Di tengah gempuran arus digitalisasi dan media sosial yang sering kali mengalihkan fokus remaja, MAN 2 Bantul justru berhasil mempertahankan, bahkan meningkatkan geliat membaca di lingkungan madrasah.

Pihak madrasah berharap program apresiasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala setiap semesternya. Dengan adanya kompetisi sehat dalam hal literasi, perpustakaan bukan lagi dianggap sebagai tempat yang membosankan, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan yang nyaman, rekreatif, dan dirindukan oleh seluruh civitas akademika.

Melalui penghargaan ini, Yasmin dan empat rekannya kini resmi menyandang predikat sebagai duta literasi bagi teman-teman sejawatnya di MAN 2 Bantul, membawa misi mulia untuk terus menularkan virus membaca di mana pun mereka berada. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top