Yogyakarta (MAN 2 Bantul) – Admin EMIS GTK MAN 2 Bantul, Iksan Taufik Hidayanto, mengikuti kegiatan Sosialisasi EMIS GTK Versi Terbaru yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (14/7/2026) di Aula Lt 3 Kanwil Kemenag DIY.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Admin EMIS GTK jenjang RA, MI, MTs dan MA dari madrasah se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Iksan Taufik Hidayanto hadir sebagai perwakilan Admin EMIS GTK jenjang Madrasah Aliyah (MA).
Dalam sambutannya, Ketua Tim 2 Bidang GTK Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Basori, menegaskan bahwa pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan melalui EMIS GTK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah.
Basori menyampaikan bahwa terdapat dua fokus utama dalam pengelolaan GTK, yaitu peningkatan kompetensi dan kesejahteraan. Pada aspek kompetensi, seluruh pengelola diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri serta memperkuat kerja sama antarpengelola data agar pelayanan kepada guru dan tenaga kependidikan semakin optimal. Sementara pada aspek kesejahteraan, validitas data menjadi faktor penting karena berpengaruh terhadap berbagai layanan dan kebijakan yang diterima oleh GTK.
Pada sesi sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai implementasi EMIS GTK versi terbaru yang disampaikan oleh Zaefa Katun. Dalam paparannya dijelaskan bahwa pengelolaan akun menjadi salah satu hal yang harus mendapatkan perhatian serius. Setiap satuan pendidikan diharapkan mampu melakukan manajemen akun dengan baik, memastikan aktivasi guru yang masih aktif, serta melakukan validasi dan pembaruan data secara berkala agar data pada sistem tetap akurat dan sinkron.
Selain itu, disampaikan pula pembaruan pada fitur Presensi dalam EMIS GTK. Untuk guru ASN, data presensi akan dihasilkan (generate) melalui aplikasi Pusaka, sedangkan guru Non-PNS diwajibkan mengunggah data presensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemateri juga menjelaskan bahwa seluruh proses mutasi guru dilakukan terlebih dahulu melalui aplikasi SIMPATIKA. Demikian pula berbagai perubahan data guru, seperti identitas maupun data kepegawaian, harus diproses melalui SIMPATIKA sebelum tersinkronisasi ke EMIS GTK.

Usai mengikuti kegiatan, Iksan Taufik Hidayanto menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah pengembangan EMIS GTK.
“Melalui sosialisasi ini, kami memperoleh informasi terbaru mengenai pengelolaan akun, validasi data, hingga mekanisme presensi dan sinkronisasi dengan SIMPATIKA. Informasi ini akan menjadi pedoman dalam mengelola data GTK di MAN 2 Bantul agar tetap valid, akurat, dan sesuai dengan ketentuan terbaru dari Kementerian Agama,” ujarnya.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan data Guru dan Tenaga Kependidikan di MAN 2 Bantul semakin tertib, akurat, dan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan administrasi serta pengambilan kebijakan berbasis data di lingkungan madrasah.






