Bantul (MAN 2 Bantul) – Komitmen mewujudkan madrasah yang bersih, transparan, dan berintegritas terus diperkuat MAN 2 Bantul. Pada Selasa (27/10/2026), MAN 2 Bantul menyelenggarakan Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dengan tema “Wujudkan Madrasah Bersih Melayani Bebas dari Pungli”. Kegiatan ini menghadirkan Hartana, S.H., M.H., dari Inspektorat Kabupaten Bantul dan IPDA Murgiyadi, S.I.Kom., dari Polres Bantul. Hadir pula komite madrasah, perwakilan orang tua murid, serta jajaran manajemen MAN 2 Bantul untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan layanan pendidikan yang bersih dan terpercaya.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa upaya mewujudkan madrasah bebas pungutan liar membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh warga madrasah. Integritas harus menjadi landasan dalam setiap pelayanan, baik kepada murid, orang tua, maupun masyarakat.
“Melalui sosialisasi Saber Pungli ini, kami ingin memperkuat komitmen seluruh warga madrasah untuk memberikan pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus kami jaga bersama. Kami berharap semangat bebas pungli menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap pelayanan di MAN 2 Bantul,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.
Dalam kegiatan tersebut, Hartana dari Inspektorat Kabupaten Bantul memberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, pengawasan, dan pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Tata kelola yang transparan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyimpangan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Pencegahan pungutan liar perlu dimulai dari pemahaman terhadap aturan dan komitmen untuk melaksanakannya secara konsisten. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk membangun pelayanan publik yang bersih dan meningkatkan kepercayaan masyarakat”.
Sementara itu, IPDA Murgiyadi, S.I.Kom., dari Polres Bantul memberikan penguatan tentang pentingnya kesadaran hukum dan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah praktik pungutan liar. Lingkungan pendidikan diharapkan menjadi ruang yang menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan.
“Budaya antikorupsi harus dibangun melalui kebiasaan menaati aturan dan berani menolak segala bentuk penyimpangan. Seluruh unsur madrasah perlu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berintegritas”.
Kehadiran komite madrasah dan perwakilan orang tua murid menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan perlu dilaksanakan sesuai ketentuan, dengan mengedepankan prinsip sukarela, tanpa paksaan, serta pengelolaan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui sosialisasi ini, MAN 2 Bantul berharap seluruh warga madrasah semakin memahami pentingnya pencegahan pungutan liar. Penguatan pengawasan, keterbukaan informasi, dan kepatuhan terhadap prosedur diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Sinergi bersama Inspektorat dan Polres Bantul menjadi langkah untuk memperkuat komitmen tersebut. MAN 2 Bantul berupaya menghadirkan pelayanan pendidikan yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat “Madrasah Bersih Melayani, Bebas dari Pungli”, MAN 2 Bantul bertekad menjadikan integritas bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang diwujudkan dalam setiap pelayanan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.(ftr)






