Bantul (MAN 2 Bantul) – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika MAN 2 Bantul di kancah nasional. Dua siswa terbaiknya berhasil menembus babak 10 besar finalis Lomba Poster Nasional Gemilang Desa UGM 2026. Kepastian melangkahnya para perwakilan sekolah ini didapatkan setelah panitia penyelenggara mengirimkan surat pengumuman resmi melalui email masing-masing peserta pada Minggu (20/9/2026).
Kedua siswa berbakat yang berhasil mengharumkan nama madrasah tersebut adalah Intan Nafisa dan Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar. Uniknya, meski berkompetisi di bidang seni dan desain visual, keduanya berasal dari latar belakang program keterampilan kejuruan yang berbeda di MAN 2 Bantul. Intan Nafisa merupakan siswi dari jurusan keterampilan Tata Busana, sementara Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar—yang akrab disapa Hafidz—merupakan siswa dari jurusan keterampilan Las.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari sentuhan dingin dan bimbingan intensif dari Tuti Mulyati, seorang guru mata pelajaran Informatika yang juga memegang peranan penting sebagai pembimbing ekstrakurikuler desain poster di MAN 2 Bantul. Di bawah arahannya, kedua siswa mampu mengolah ide-ide kreatif menjadi sebuah karya visual yang memiliki kedalaman pesan serta nilai estetika tinggi hingga memikat para juri di tingkat nasional.
Dalam ajang bereputasi ini, Hafidz mengusung karya poster bertajuk “Kearifan Desa Menjadi Cahaya di Layar Nusantara”. Karya tersebut dirancang secara mendalam untuk menyelaraskan ide dengan subtema lomba yaitu Pelestarian kearifan lokal melalui platform digital. Hafidz berusaha menggambarkan bagaimana nilai-nilai luhur dan budaya lokal desa tidak boleh tenggelam oleh zaman, melainkan harus dipancarkan lebih luas ke seluruh pelosok negeri memanfaatkan media modern.
Sementara itu, Intan tampil percaya diri membawa poster bertajuk “Berakar Tradisi Berdaya Digital, Menuju Ekonomi Desa Modern”. Karya Intan selaras dengan subtema Desa Digital sebagai Wajah Baru Ekonomi Berbasis Tradisi. Melalui visualisasinya, Intan menyampaikan pesan kuat bahwa kemajuan teknologi digital dapat menjadi katalis utama dalam mendongkrak perekonomian masyarakat desa tanpa harus mencabut akar tradisi dan kebudayaan yang selama ini dihidupi.
Setelah dipastikan lolos ke babak puncak, langkah perjuangan mereka berlanjut ke tahap pengarahan teknis. Untuk memantapkan persiapan babak final agar berjalan lancar dan optimal, panitia menyelenggarakan sesi Technical Meeting (TM). Pertemuan ini penting untuk membahas secara mendetail seluruh teknis pelaksanaan, jadwal (timeline), mekanisme presentasi, serta sesi tanya jawab mengenai aturan penilaian babak final.

Sesi TM tersebut dilaksanakan pada Selasa (22/9/2026) mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Mengingat para peserta berasal dari berbagai penjuru wilayah Indonesia, kegiatan ini digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan ketentuan dresscode bebas rapi.
Pendampingan penuh terus diberikan oleh Tuti Mulyati selama proses persiapan presentasi ini. Pihak madrasah berharap raihan hingga 10 besar ini dapat menjadi batu loncatan untuk meraih gelar juara utama, sekaligus menginspirasi para siswa lainnya di MAN 2 Bantul bahwa keterbatasan latar belakang jurusan tidak pernah membatasi kreativitas dan prestasi di tingkat nasional. (TM)






