Bantul (MAN 2 Bantul) — Dalam upaya membekali para siswa dengan keterampilan abad ke-21 serta mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis teknologi, MAN 2 Bantul kembali menggelar pembelajaran praktik yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif. Pada Rabu (5/8/2026), suasana Laboratorium Multimedia 2 MAN 2 Bantul tampak hidup dan penuh semangat. Para siswa kelas X F mengikuti kegiatan pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan/Multimedia dengan materi utama Profil Technopreneur.
Kegiatan pembelajaran ini dipandu langsung oleh guru mata pelajaran Multimedia, Janik Munandari. Dalam pemaparannya, Janik menjelaskan secara mendalam mengenai pentingnya integrasi antara kemajuan teknologi digital dan dunia usaha (technopreneurship).
Technopreneur dapat diartikan sebagai bentuk pemanfaatan kemajuan teknologi dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan suatu usaha. Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Para siswa dituntut untuk memiliki kepekaan membaca peluang pasar, berpikir kritis, serta berinovasi guna memberikan nilai tambah bagi produk atau jasa yang ditawarkan.
“Ekosistem multimedia saat ini membutuhkan wirausaha-wirausaha baru yang adaptif dan kreatif. Perangkat teknologi dan laboratorium sudah siap di madrasah, ruang kerja serta peluang di luar sana pun terbuka sangat luas. Kuncinya ada pada keberanian kalian untuk memulai dan mengasah potensi diri,” tegas Janik di hadapan para siswa.
Melalui pemaparan materi tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa technopreneurship bukan sekadar jualan secara online, melainkan bagaimana ide-ide kreatif dan teknologi informasi dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat, termasuk dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Setelah sesi pemaparan teori dan diskusi interaktif, pembelajaran dilanjutkan dengan sesi praktik langsung melalui tantangan simulasi proyek bertajuk “Apa Potensimu?”. Tantangan ini dirancang untuk melatih kerja sama tim, kemampuan analisis produk, serta keterampilan desain grafis siswa secara konkret.
Dalam tugas simulasi proyek ini, para siswa diminta untuk:
-
Membentuk Kelompok Kerja: Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 hingga 5 orang untuk mendorong kolaborasi dan pembagian peran secara efektif.
-
Identifikasi Produk Lokal/UMKM: Setiap kelompok menentukan satu produk lokal atau usaha UMKM di sekitar lingkungan mereka yang memiliki potensi berkembang namun membutuhkan penguatan identitas visual (branding).
-
Merancang Desain Logo: Siswa merancang sebuah desain logo baru yang unik, estetis, dan mampu mencirikan serta memperkuat karakter produk UMKM pilihan mereka.
-
Eksekusi dan Presentasi: Memulai langkah nyata sebagai wirausaha muda digital (“Jadilah wirausaha muda mulai hari ini!”).
Atmosfer di dalam Laboratorium Multimedia 2 terlihat sangat kondusif dan interaktif. Para siswa tampak antusias berdiskusi di depan layar komputer masing-masing, membagi tugas antara penyusun konsep branding, pembuat sketsa, hingga perancang visual menggunakan perangkat lunak desain.

Kepala MAN 2 Bantul memberikan apresiasi tinggi terhadap model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di kelas Multimedia. Pembelajaran seperti ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri saat ini, di mana siswa tidak hanya dibekali dengan teori akademis, tetapi juga portofolio karya yang nyata.
Melalui tantangan merancang logo dan branding produk UMKM ini, diharapkan para siswa kelas X F MAN 2 Bantul tidak hanya mahir secara teknis dalam mengoperasikan perangkat multimedia, tetapi juga memiliki mentalitas wirausaha, kepedulian terhadap kemajuan ekonomi lokal, serta rasa percaya diri untuk berkarya sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung hingga jam pelajaran usai ini diakhiri dengan pendampingan langsung oleh guru untuk memastikan setiap kelompok telah menentukan arah proyek branding mereka. Semangat “Jadilah wirausaha muda mulai hari ini!” pun menjadi pemicu utama bagi siswa-siswi MAN 2 Bantul untuk terus berinovasi dan mengasah potensi diri di bidang teknologi multimedia. ™






