Teliti Implementasi Ekoteologi, Tim IAIN Kendari dan UIN Palu Kunjungi MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul menerima kunjungan tim peneliti dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dan Universitas Islam Negeri (UIN) Palu, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali informasi mengenai penerapan ekoteologi dalam kebijakan, pembelajaran, dan kegiatan lingkungan di madrasah.

Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) serta Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Berdasarkan surat tugas IAIN Kendari, kegiatan penelitian dilaksanakan pada 20–24 Juli 2026 di beberapa madrasah, termasuk MAN 2 Bantul.

Tim penelitian terdiri atas Dr. Akbar, M.Th.I. sebagai ketua peneliti, Dr. Darlis, Lc., M.S.I. dan Jusmiati, S.Psi., M.Psi. sebagai anggota peneliti, serta Rahmat Anugrah, S.Pd.I. sebagai pembantu peneliti.

Pengumpulan data di MAN 2 Bantul dilakukan melalui wawancara dengan berbagai unsur warga madrasah. Narasumber pertama adalah Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, yang memberikan informasi mengenai kebijakan, dukungan kelembagaan, serta integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam program madrasah.

Dari unsur guru, wawancara dilakukan kepada Puji Lestari dan Is Dwiyanti. Keduanya menyampaikan pelaksanaan pendidikan lingkungan, keterlibatan guru dan siswa, serta berbagai kegiatan ekoteologi yang telah dikembangkan di MAN 2 Bantul.

Peneliti juga melibatkan siswa sebagai narasumber agar memperoleh gambaran pelaksanaan program dari sudut pandang peserta didik. Siswa yang diwawancarai meliputi Sabana selaku Ketua Kader Adiwiyata, Qory Ayuna dan Fathan sebagai Kader Gizi, serta Diah Ayu, siswa yang aktif dalam kegiatan riset bertema lingkungan.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, kegiatan penelitian dapat menjadi sarana refleksi sekaligus memberikan masukan untuk memperkuat program ekoteologi dan kepedulian lingkungan di madrasah.

MAN 2 Bantul terus berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kebijakan, pembelajaran, pembiasaan, dan keterlibatan aktif seluruh warga madrasah. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan masukan untuk pengembangan program yang lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam wawancara, tim peneliti menggali berbagai program lingkungan yang telah dilaksanakan, di antaranya Program Adiwiyata, GIZERO Canteen, pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan tumbler, labelisasi menu sehat, pemilahan dan pengolahan sampah, pembuatan ecoenzim, serta penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Puji Lestari menjelaskan bahwa penerapan ekoteologi perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata dalam kebiasaan sehari-hari.

Ekoteologi tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan. Menjaga kebersihan, mengurangi sampah, memilih makanan sehat, mengolah sampah organik, dan merawat tanaman merupakan bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga ciptaan Allah,” jelasnya.

Keterlibatan siswa dalam wawancara menunjukkan bahwa program lingkungan di MAN 2 Bantul tidak hanya digerakkan oleh pimpinan dan guru. Kader Adiwiyata, Kader Gizi, dan siswa riset turut berperan sebagai agen perubahan melalui edukasi teman sebaya, kampanye lingkungan, monitoring kegiatan, dan riset sederhana.

Melalui penelitian ini, tim dari IAIN Kendari dan UIN Palu diharapkan memperoleh data yang komprehensif mengenai implementasi ekoteologi di lingkungan madrasah. Bagi MAN 2 Bantul, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi dan memperkuat gerakan lingkungan agar semakin partisipatif, terukur, dan berkelanjutan.(pjl).

 

 

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top