Bantul (MAN 2 Bantul) — Sebagai wujud komitmen sekolah dalam memastikan kualitas pendidikan vokasi dan keterkaitan antara dunia pendidikan dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul melakukan kunjungan monitoring rutin kepada siswi yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kunjungan ini dilaksanakan secara intensif untuk meninjau langsung progress dan kendala yang dihadapi siswa selama berada di tempat PKL.
Pada kesempatan kali ini, monitoring difokuskan pada kegiatan PKL siswi dari Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Kunjungan dilakukan pada hari Selasa (7/7/2026), yang bertempat di Roti Olinda Tjokro, sebuah outlet bakeri terkemuka yang berlokasi strategis di Perumahan Tjokro Boulevard, Jl. Imogiri Barat No.Km.7, Dobalan, Timbulharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihak madrasah mengutus Tuti Mulyati, selaku guru pembimbing PKL MAN 2 Bantul, untuk melaksanakan tugas monitoring tersebut, yang menjadi subjek monitoring, yaitu Veila Aisya Putri, siswi kelas XI F Jurusan APHP.
Kegiatan monitoring ini memiliki dua tujuan utama yaitu pertama, untuk melihat langsung lokasi PKL guna memastikan kesesuaian lingkungan kerja dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja siswa; dan kedua, untuk meninjau langsung seluruh rangkaian kegiatan praktis yang dilakukan oleh siswi selama masa PKL. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa kompetensi yang dipelajari siswa di madrasah benar-benar dapat diaplikasikan dan dikembangkan di dunia industri yang sesungguhnya.

Dalam proses monitoring, Tuti Mulyati tidak hanya sekadar mengamati, tetapi juga melakukan interaksi intensif. Beliau mendengarkan secara langsung pemaparan dari Veila Aisya Putri mengenai kegiatan rutin apa saja yang telah dilakukannya selama ini di Roti Olinda. Selain itu, guru pembimbing juga menanyakan mengenai kendala atau kesulitan yang dihadapi siswi, baik dari segi teknis pengolahan roti maupun penyesuaian diri dengan budaya kerja di industri.
Veila tampak aktif menjelaskan berbagai hal yang dipelajarinya, mulai dari proses pembuatan adonan, teknik pengovenan, hingga pengemasan produk akhir. Melalui kegiatan ini, Veila berkesempatan mengasah keterampilan praktisnya di bawah bimbingan langsung dari para profesional di Roti Olinda.
Pihak Roti Olinda memberikan apresiasi atas program PKL dari MAN 2 Bantul dan menyatakan kepuasan atas kinerja serta kemauan belajar dari Veila Aisya Putri. Mereka berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk mencetak generasi muda yang siap kerja dan berwirausaha di bidang pengolahan pangan.
Dengan adanya kegiatan monitoring rutin seperti ini, diharapkan program PKL tidak hanya menjadi rutinitas formalitas, tetapi benar-benar menjadi jembatan yang efektif bagi siswa dalam bertransisi dari dunia sekolah ke dunia kerja yang kompetitif. Keberhasilan Veila Aisya Putri di Roti Olinda menjadi salah satu bukti bahwa sinergi antara sekolah dan industri sangatlah krusial untuk menciptakan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. ™






